Rabu, 30 Juli 2014

Lebaran untuk Umat yang Ketakwaannya Meningkat



Mataram (Suara NTB)
Untuk pertama kalinya, jajaran Pemkot Mataram menggelar shalat Id di Taman Bumi Gora Udayana. Petinggi-petinggi Pemkot Mataram hadir lengkap di sana. Mulai dari Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM berikut pegawai lingkup Pemkot Mataram.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sekaligus bertindak selaku khatib dalam shalat Id tersebut. Dalam khutbahnya, ia mengulas makna lebaran. Menurutnya, jika memang umat muslim telah berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dosa-dosa yang terkait dengan Allah SWT sudah diampunkan dengan Rahman dan RahimNya. Hal inilah yang membuat bulan puasa disebut dengan ramadhan karena melebur dosa-dosa kesalahan.

Lebaran yang dirayakan setelah berpuasa bisa jadi berasal dari kata leburan karena memang puasa ramadhan melebur dosa-dosa. Lalu dari kata leburan bergeser menjadi lebaran. ‘’Berdasarkan keterangan ini maka sesungguhnya yang paling pantas untuk berlebaran adalah mereka yang sudah mendapatkan leburan dosa dan mereka itu adalah orang-orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan,’’ ulas Ahyar. Jadi lebaran atau hari raya bukanlah untuk mereka yang mengenakan baju baru akan tetapi untuk umat muslim yang ketakwaannya bertambah karena dosa-dosanya telah diampunkan.

Dalam  hadits riwayat Turmuzi diterangkan, yang paling banyak menyebabkan orang masuk ke dalam surga adalah bertakwa kepada Allah SWT dan ber-akhlak yang mulia. Takwa maksudnya adalah beribadah kepada Allah SWT. Di zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang menggampangkan ibadah. Harta dunia yang dicari sering mengakibatkan terlalaikannya ibadah kepada Allah SWT. Terutama ibadah shalat lima waktu. Padahal melalaikan ibadah yang sudah diwajibkan oleh Allah sama artinya dengan bermaksiat kepadaNya. Mencari harta sambil meninggalkan shalat  disamping telah melakukan dosa besar, juga apa yang didapatkan tidak akan memiliki berkah sama sekali.

Ciri bahwa harta itu tidak memiliki berkah adalah sebanyak apapun, tetap saja tidak mencukupi kebutuhan dan cepat sekali habisnya serta pemiliknya tetap merasakan kesempitan. Parahnya lagi, segala yang diperoleh, baik harta benda, popularitas,  pangkat maupun jabatan bilamana didapatkan sambil bermaksiat kepada Allah termasuk diantaranya maksiat karena meninggalkan ibadah yang diwajibkan maka semua yang diperolehnya  adalah istidraj.

Istidraj adalah kenikmatan duniawi yang diberikan kepada seseorang disaat orang itu bergelimang dosa kemaksiatan. Tujuannya adalah membikin senang dan riang gembira terlebih dahulu untuk kemudian disiksa dengan tiba-tiba. Oleh karena umat muslim  diajak senantiasa meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

‘’Teruslah mengingatkan diri kita bahwa ibadah yang kita lakukan disamping akan menyebabkan kita memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam surga juga menyebabkan segala yang kita raih di atas dunia ini akan diliputi keberkahan dan dijauhkan oleh Allah SWT dari bahaya istidraj,’’ pungkas Ahyar. (fit)

Pilkada Kota Mataram



Ahyar Beri Sinyal Pertahankan Paket Aman


Mataram (Suara NTB) –
Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh memberi sinyal bakal mempertahankan paket AMAN (H. Ahyar Abduh – H. Mohan Roliskana) pada Pilkada Kota Mataram 2015 mendatang. Ditemui di sela-sela acara open house Walikota Mataram, Selasa (29/7) kemarin, Ahyar mengungkapkan, kalau sampai saat ini, dirinya belum berpikir yang lain.

Meskipun Ahyar juga tidak menampik banyak figur yang layak diusung menjadi bakal calon wakil walikota. Meskipun secara kuota suara, Golkar bisa mengusung calon sendiri, namun Ahyar menegaskan, pihaknya tidak akan menutup pintu bagi parpol lain yang ingin berkoalisi dengan partai berlambang pohon beringin itu.

Ahyar juga mengapresiasi pernyataan Ketua DPC partai Demokrat Kota Mataram, Drs. HM. Zaini mengenai kepemimpinan AMAN yang masih berjalan harmonis sampai saat ini. ‘’Silahkan saja berekspresi, tetapi jangan sampai mengganggu kinerja pemerintahan yang sedang berjalan saat ini,’’ pintanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Demokrat Kota Mataram HM. Zaini memberi sinyal mendukung keberlanjutan paket AMAN (H. Ahyar Abduh – H. Mohan Roliskana) pada Pilkada Kota Mataram 2015 mendatang. Meski secara berseloroh namun pernyataan Zaini menyiratkan keinginan Demokrat mendukung paket AMAN jilid II. ‘’Demokrat akan lanjutkan AMAN,’’ selorohnya. Bahkan ia sempat melontarkan pujian atas pemerintahan AMAN pada periode 2010 – 2015. Zaini menilai pemerintahan paket AMAN sudah bagus dan tinggal melanjutkan PR yang belum tuntas pada sisa periode ini. (fit)

Open House



Ajang Silaturahmi dengan Masyarakat


Mataram (Suara NTB) –
Selasa dan Rabu (30/7) hari ini Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, menggelar open house. Walikota menggelar open house di Pendopo Walikota Mataram, Wakil Walikota di kediaman orangtuanya di BTN Taman Taman Baru dan Sekda di kediaman pribadinya di Monjok.

Pantauan Suara NTB di pendopo Walikota Mataram kemarin, open house berlangsung lancar, dihadiri sejumlah kalangan. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat lingkup Pemkot Mataram hingga masyarakat. Suasana keakraban tampak antara pemimpin dengan masyarakatnya. Open house itu menjadi ajang silaturahmi Walikota, Wakil Walikota dan Sekda dengan berbagai kalangan masyarakat.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh yang ditemui di sela-sela menerima tamu dalam acara open house menyampaikan, acara open house memang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (29/7) hingga Rabu (30/7) hari ini. Namun, kedatangan masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengannya tidak terbatas pada jadwal tersebut. ‘’Bahkan bisa sampai satu minggu,’’ akunya.

Walikota memaknai acara open house, tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat tapi juga menjadi wadah kesempatan berkomunikasi, baik dengan tokoh agama maupun masyarakat. Sebab, yang hadir dalam open house itu, bukan saja tokoh agama Islam, melainkan lintas agama.

Pada bagian lain, Walikota mengatakan, pada hari pertama lebaran, ia bersama istri dan anaknya merayakan lebaran di kampung kelahiran orang nomor satu di Mataram ini, yakni Dasan Agung. ‘’Setelah dari Dasan Agung, saya langsung ke Praya, Lombok Tengah untuk bertemu mertua,’’ imbuhnya. (fit)