Mataram
(Suara NTB) -
Pemkot
Mataram nampaknya harus segera bersikap. Pasalnya, anggaran untuk pembayaran
PJU (Penerangan Jalan Umum) se-Kota Mataram hanya tersedia hingga Bulan Juni.
Sehingga, jika anggaran tidak segera disiapkan untuk Bulan Juli dan seterusnya,
maka Kota Mataram terancam gelap gulita.
H. Makbul Ma'shum |
Kepala
Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma'shum yang dikonfirmasi Suara NTB Kamis (23/5) kemarin
membenarkan kondisi tersebut. Menyikapi ancaman pemutusan aliran listrik oleh
PLN, Dinas Pertamanan, kata dia, telah mengajukan telaahan kepada Walikota
Mataram. Bahwa, terjadi kekurangan anggaran Rp 7,5 miliar untuk pembayaran
tagihan PJU Bulan Juli hingga Desember 2013.
Posisi
saat ini, menurut mantan Kepala Dinas PU Kota Mataram ini, anggaran yang
tersedia Rp 7 miliar hanya cukup untuk membayar tagihan PJU hingga bulan depan.
''Kalau tidak segera ditambah, maka Kota Mataram terancam gelap,'' cetusnya.
Makbul menjelaskan, tahun 2013 ini terjadi kenaikan tagihan PJU secara
signifikan. Tingginya tagihan PJU, bukan tanpa alasan.
Karena
selain kenaikan tarif dasar listrik sebesar 21,59 persen, terjadi penambahan
PJU sebanyak 662 titik. Penambahan jumlah titik PJU ini, sambung Makbul terjadi
sejak akhir tahun 2012 hingga awal tahun 2013 ini. Baik PJU di lingkungan
maupun di jalan raya. Ia menyebutkan, tahun lalu tagihan PJU Kota Mataram berkisar antara Rp 700-800 juta per bulan.
Sedangkan
pada tahun 2013, tagihan meningkat menjadi Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar
per bulan. ‘’Terjadi kenaikan Rp 500 juta per bulan. Kita belum berhutang. Apa
yang ditagih PLN, sudah kita bayar,’’ cetusnya. Namun demikian, ia berharap ada
solusi segera untuk mengatasi ancaman pemutusan aliran listrik oleh PLN, jika
anggaran pembayaran PJU tidak tersedia untuk Bulan Juli hingga Desember 2013.
(fit)
Komentar