Mataram
(Suara NTB) –
Warga
Lingkungan Rembiga Barat Kelurahan Rembiga hingga saat ini ternyata banyak yang
belum menikmati konversi minyak tanah ke gas. Bahkan, menurut Wakil Ketua RT 02
Lingkungan Rembiga Barat, Toha Bahtiar, tercatat 368 kepala keluarga yang belum
mendapatkan jatah kompor dan tabung LPG 3 kg.
Kepada
Suara NTB di Mataram, Jumat (9/5)
kemarin Toha Bahtiar menuturkan, bahwa kondisi ini sungguh dikeluhkan oleh
masyarakat. Bagaimana tidak, meski pembagian tabung gas belum merata, namun
minyak tanah bersubsidi sudah ditarik pemerintah. Akibatnya, warga yang sampai
saat ini belum kebagian tabung gas, terpaksa membeli minyak tanah non subsidi
dengan harga yang cukup mahal. Di tingkat eceran saja, minyak tanah non subsidi
dijual dengan harga sekitar Rp 11 ribu.
Harga
ini, menurut Toha Bahtiar sangat memberatkan masyarakat. ‘’Di Rembiga memang
sudah tiga kali pembagian tabung LPG tapi masih banyak yang belum dapat. Inikan
konversinya belum selesai,’’ ujarnya. Untuk mengurangi beban masyarakat,
terutama bagi warga yang belum mendapatkan tabung LPG, ia berharap, ada
kebijakan pemerintah untuk mengeluarkan lagi minyak tanah bersubsidi.
Kepala
Dinas Koperindag Kota Mataram, Wartan, SH., yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan bahwa masih ada
warga yang belum kebagian tabung LPG. ‘’Tahap ketiga sudah kita usulkan,’’
cetusnya. Namun demikian, penyaluran tahap ketiga ini sangat tergantung dari
kesiapan pihak Pertamina. ‘’Intinya kita hanya mengusulkan. Kita hanya bisa
menunggu,’’ imbuhnya. (fit)
Komentar