Soal PJU Dewan Minta Pertamanan Lakukan Penghematan


Mataram (Suara NTB) –
Banyaknya PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kota Mataram yang mati, disikapi Komisi III DPRD Kota Mataram. Untuk solusi jangka pendek, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST., kepada Suara NTB, Jumat (17/5) kemarin, meminta masyarakat bersabar. Karena penambahan anggaran untuk penggantian lampu PJU yang mati, paling cepat dapat dilakukan pada APBD Perubahan.

Menurut Sahram, terkait masalah PJU, pihaknya justru menekankan kepada Dinas Pertamanan untuk melakukan pengehematan. Penghematan itu, lanjut Sahram dilakukan dengan cara meterisasi. ‘’Supaya semua titik PJU kita, dikasi meterisasi,’’ cetusnya. Upaya melengkapi PJU dengan meterisasi diyakini dapat menghemat anggaran pembayaran PJU.

Sebab, dengan adanya meterisasi riil pembayaran dapat diketahui. Anggaran pembayaran tagihan PJU yang berhasil dihemat, bisa dialihkan untuk menambah anggaran pemeliharaan PJU. Penggantian titik PJU yang mati nantinya, sambung Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Mataram ini, harus dengan lampu LED yang notabene jauh lebih mahal dibandingkan lampu konvensional, namun usia pakainya jauh lebih lama.

Pada bagian lain Sahram mengungkapkan, memang sempat mengemuka rencana untuk membagi pinjaman daerah melalui PIP, selain untuk jalan juga untuk PJU. Namun, hal itu mustahil dilakukan mengingat, pembiayaan PJU tidak termasuk dalam item yang diperbolehkan oleh PIP.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum, MM., mengakui pihaknya memang belum maksimal dalam melakukan pemeliharaan PJU. Belum optimalnya Pertamanan melakukan pemeliharaan PU, menyusul keterbatasan anggaran.

Meski terbentur pada persoalan anggaran, namun hal itu bukanlah alasan. Dinas Pertamanan sudah berupaya memelihara 5.335 titik PJU dengan personel yang ada. Makbul menyebutkan, rata-rata anggaran pemeliharaan PJU per tahun, sekitar Rp 3 miliar. Petugas dari Dinas Pertamanan setiap hari melakukan pemantauan. ‘’Kadang-kadang mereka lembur sampai pagi. Jadi kalau malam mereka mendata, memberi tanda. Setiap pagi mereka memberi laporan,’’ ujar mantan Inspektur pada Inspektorat Kota Mataram ini. Memang, sambungnya, masalah anggaran, sangat relatif. Akan tetapi, dengan segala keterbatasan, Dinas Pertamanan tetap bekerja maksimal. (fit)

Komentar