Pengawasan Lemah, Penerimaan Retribusi Parkir Belum Memuaskan


Mataram (Suara NTB) –
Rendahnya penerimaan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum yang dipungut oleh Dishubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika) Kota Mataram, langsung menuai reaksidari kalagan DPRD Kota Mataram. Penerimaan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum yang hingga Bulan Mei 2013 baru mencapai 30,80 persen atau 415,826 juta dianggap jauh panggang dari api. Padahal, tahun 2013 ini target penerimaan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum tercatat Rp 1,350 miliar.

Ahmad Tauhid


‘’Penerimaan parkir ini belum memuaskan,’’ ucap anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Tauhid menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa (4/6) kemarin. Apalagi sampai ada titik parkir yang abu-abu dan diduga digarap oleh jukir ilegal, sangat disayangkan. Seharusnya, kata dia, hal ini tidak perlu terjadi. Adanya titik parkir yang digarap oleh jukir ilegal mengindikasikan penanganan parkir di tepi jalan umum belum optimal.

Ketua Fraksi PKS ini meminta Dishubkominfo menertibkan seluruh lahan parkir yang ada di Kota Mataram. Ia mewanti-wanti, jangan sampai ada titik parkir yang justru tidak diketahui atau tidak ditangani oleh Dishubkominfo Kota Mataram seperti yang terjadi saat ini. ‘’Ini indikasi tidak ada pengawasan, tidak tertib dan tidak disiplin,’’ tandasnya. Ia berharap, pengawasan terhadap lahan parkir, tidak saja lahan parkir baru tapi juga lahan parkir yang sudah ada, diperketat.

Yang berlangsung sejauh ini, sambung Tauhid, keberadaan lahan parkir hanya dilepas begitu saja tanpa ada pengawasan yang jelas. Sehingga wajar, kalau lahan parkir baru lebih sering diserobot duluan oleh jukir ilegal ketimbang Dishubkominfo. Karenanya, ia mendorong segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi lahan parkir lama dan lahan parkir baru. Terhadap lahan parkir baru yang digarap oleh jukir liar, kata dia, Dishubkominfo disarankan menggandeng mereka menjadi jukir yang legal, sehingga setoranpun masuk secara sah ke kas daerah.

Selain itu, demikian Tauhid, para tukang parkir perlu diberi bimbingan. ‘’Faktor perhatian itu bisa menambah kinerja mereka (jukir, red), sehingga pendapatan akan bertambah,’’ cetusnya. Ia meminta Dishubkominfo agar pengawasan yang dilakukan tidak sedakar formalitas. ‘’Kita harapkan bulan depan bisa 50 persen,’’ sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H. Khalid menyampaikan, rendahnya penerimaan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, salah satu penyebabnya, yakni banyaknya titik parkir yang ’’abu-abu’’ di Mataram. ’Lahan parkir yang seperti ini belum bisa jadi pemasukan. Ada juga yang digarap oleh juru parkir liar. (fit)

Foto: Ahmad Tauhid (Suara NTB/fit)

Komentar