Mataram (Suara NTB) –
Pemkot Mataram mulai ketar-ketir. Pasalnya, hajat
mempertahankan bentuk asli bangunan di kawasan kota tua Ampenan, mulai
kecolongan. Itu terbukti dengan adanya salah satu bangunan yang diubah bentuk
aslinya oleh pemiliknya. Tidak ingin hal itu terulang kembali, Pemkot Mataram
mempercepat lahirnya regulasi kota tua Ampenan.
Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana berharap,
dengan adanya perwal, pemilik bangunan mengindahkan hajat Pemkot Mataram
menghidupkan kembali kejayaan kota tua Ampenan dengan jalan mempertahakan
bentuk asli bangunan lama tersebut. ‘’Karena kan sekarang sudah mulai ada yang dirubah satu. Nah itu yang tidak
kita inginkan,’’ cetusnya.
Mohan berharap penyusunan Perwal kota tua Ampenan akan
rampung bersamaan dengan kegiatan revitalisasi Ampenan. Malah, ia berharap
instrumen berupa Perwal bisa rampung lebih cepat daripada revitalisasi. ‘’Yang
jelas, akhir 2013 bisa dinikmatilah, namun untuk sempurnanya, pertengahan 2014
karena intervensi anggaran untuk 2013 sampai 2014,’’ terangnya.
Selain itu, Mohan tidak menampik penilaian kalangan wisatawan atau
pengunjung yang menyatakan kota tua Ampenan minim penerangan. ‘’Sekarang memang
belum, karena kan semua masih dalam
proses untuk penataan secara keseruluhan kawasan itu,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di Kantor Walikota Mataram,
Sabtu (21/9).
Pemkot Mataram tidak tinggal diam. Dalam waktu yang tidak lama lagi, pihaknya,
demikian Mohan, akan mewujudkan apa yang menjadi harapan kalangan wisatawan.
Saat inipun, Pemkot Mataram tengah mempersiapkan sarana dan prasarana, termasuk
instalasi penerangan jalan. Diperkirakan, pada penghujung tahun 2013 ini,
Ampenan yang nyaman sudah bisa dinikmati.
‘’Iya, semua sudah ada anggarannya kok,’’ cetusnya. Menyinggung masalah
bangunan di sepanjang kawasan kota tua Ampenan, menurut Mohan Pemkot Mataram
sedang menyusun regulasi dalam bentuk peraturan Walikota Mataram dalam rangka
‘’menjamin’’ diperhatahankannya bangunan-bangunan yang ada di kawasan kota tua
Ampenan.
Namun, untuk pengecatan ulang bangunan-bangunan yang
ada di kawasan kota tua Ampenan, sambung Mohan, belum akan dilakukan tahun ini.
Pasalnya, pihaknya belum menganggarkan untuk pengecatan dimaksud. ‘’Tadinya kan kita berharap ada kerjasama dari
pemilik bangunan, cuma rasanya agak sulit ya,’’ ungkap Wakil Walikota Mataram
ini. Bahkan, apa yang disarankan kalangan DPRD Kota Mataram untuk menjalin
komunikasi dengan para pemilik bangunan melalui Camat dan Lurah, sudah dilakukan
jauh-jauh hari. Toh begitu, hasilnya belum menggembirakan.
Sehingga, solusi terhadap permasalahan ini, Pemkot
Mataram akan mensubsidi pengecatan ulang bangunan-bangunan tersebut. Untuk itu,
nantinya Pemkot Mataram akan menganggarkan secara khusus untuk pengecatan ulang
bangunan-bangunan bergaya arsitektur belanda itu. Pemkot Mataram juga akan
meminta bantuan kepada Pemprov NTB. (fit)
Komentar