Mataram (Suara NTB) –
Aktivitas para PKL berikut para pengantar JCH dari
luar Kota Mataram di Asrama Haji NTB, menyisakan sampah yang cukup banyak.
Bahkan, Dinas Kebersihan Kota Mataram memperkiraan volume sampah yang
dihasilkan mencapai 20 meter kubik lebih. Sampah-sampah tersebut, menjadi
pekerjaan rumah bagi Dinas Kebersihan Kota Mataram untuk segera
membersihkannya.
Kepala Bidang Keberisihan Sampah pada Dinas Kebersihan
Kota Mataram, Waris Kadarwanto kepada Suara
NTB di ruang kerjanya, Sabtu (21/9) tidak menampik kondisi tersebut.
Pihaknya pun tentu tidak diam atas kondisi tersebut. Waris menjelaskan, Dinas
Kebersihan telah melakukan pembersihan pertama tanggal 15 September lalu. Pihaknya,
menurut Waris sudah berusaha semaksimal mungkin. Hanya saja, karena ada
beberapa kendala di lapangan, seperti menjamurnya PKL dadakan, sehingga
kualitas penyapuan tidak akan bisa maksimal.
Menurut Waris, volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas,
baik para PKL maupun para pengantar jemaah haji di Lingkar Selatan, cukup
besar. Ia memperkirakan jumlah sampah di sana sekitar 2,5 hingga tiga meter
kubik per hari. Sehingga, jika dikalkulasikan sejak hari pertama pemberangkatan
jemaah haji tanggal 9 September lalu hingga tanggal 24 September nanti, maka
volume sampah yang dihasilkan sekitar 20 meter kubik lebih.
Dinas Kebersihan, lanjut Waris, akan melakukan
kegiatan pembersihan kembali mulai tanggal 22 hingga 24 September mendatang.
‘’Dan pembersihan total rencananya tanggal 25 dan 26 September,’’ sebutnya. Pada
tanggal 25 dan 26 September, kata Waris, pihaknya bakal melakukan pembersihan
secara menyeluruh.
Waris menegaskan, meski terkesan kotor setiap hari,
namun petugas kebersihan tetap rutin melakukan penyapuan di kawasan lingkar
selatan. Mulai dari depan DPRD Kota Mataram hingga Makam Loang Baloq. Penyapuan
dilakukan pagi dan sore hari. ‘’Cuma kadang-kadang terkendala pengantar jemaah
haji yang begitu banyak,’’ ujarnya. Hal itu diakui sebagai salah satu kendala
tidak maksimalnya hasil penyapuan.
Petugas kebersihan, kata Waris tetap melakukan
pembersihan pada hari-hari lowong atau hari di mana nihil jadwal pemberangkatan
haji. Mau tidak mau, instansi yang berkantor di sekitar Asrama Haji NTB, diminta
bersabar terhadap kondisi ini. Karena pihaknya pun, menurut Waris merasa risih
juga melihat banyaknya sampah di sana sini. Namun dengan kondisi masih ada
jadwal pemberangkatan jemaah haji, proses pembersihan total, akan menjadi
sia-sia.
‘’Kemarin tanggal 15 bersih, dan saya sendiri yang
mendampingi mereka melakukan pembersihan, kemudian tanggal 17 karena ada jadwal
pemberangkatan haji, sampahnya sudah luar biasa lagi,’’ terangnya. Ia berjanji,
begitu agenda pemberangkatan haji selesai, pihaknya akan mengembalikan kondisi
jalur lingkar selatan mulai dari depan DPRD Kota Mataram hingga Loang Baloq,
seperti semula, yakni steril dari sampah. (fit)
Komentar