Mataram
(Suara NTB) –
Pascanaik
kelas dari tipe C menjadi tipe B, RSUD Kota Mataram telah merencanakan sejumlah
program ‘’unggulan’’. Terlebih dengan banyaknya rumah sakit yang kini bersaing
secara terbuka dengan rumah sakit plat merah tersebut. Salah satunya, RSUD Kota
Mataram akan melaksanakan program bayi tabung murah.
Demikian
dikatakan Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL. Herman Mahaputra saat rapat kerja
bersama Pansus RSUD di DPRD Kota Mataram. ‘’Kita akan coba lakukan program bayi
tabung murah,’’ kata dr. Jack, sapaan akrabnya. Menurut dia, ide untuk
melakukan program bayi tabung murah dilatarbelakangi banyak pasangan nikah yang
tidak punya keturunan.
Apalagi,
selama ini, program bayi tabung identik dengan kalangan berduit. ‘’Selama ini
kan hanya untuk orang kaya saja, jadi kita coba program bayi tabung murah,’’
tandasnya. Pada bagian lain, dr. Jack mengungkapkan hasil studi komparasi ke RS
Pasar Rebo di Jakarta, tidak sepenuhnya bisa diadopsi di RSUD Kota Mataram.
Selain sudah lama berdiri, katanya, RS Pasar Rebo memiliki anggaran yang cukup
banyak.
Sementara
itu, terkait dengan struktur organisasi, dr. Jack menyebutkan akan ada dua
wakil direktur (wadir). Salah satunya adalah wadir keuangan. Munculnya gagasan
mengangkat wadir keuangan, karena selama ini pihaknya kewalahan mengatasi
masalah keuangan. ‘’Kalau pelayanannya tidak ada masalah. Kita kesulitan
orang,’’ terangnya.
Dengan
status BLUD yang melekat pada RSUD Kota Mataram ditambah peningkatan kelasnya,
dr. Jack mengibaratkan kalau RSUD Kota Mataram sedang berada di laut lepas.
‘’Kita akan berkompetisi dengan RS lainnya, termasuk RS swasta,’’ terangnya. Sehingga,
ia memandang perlu ada bidang promosi. Apalagi ke depan RSUD Kota Mataram akan
dijadikan RS rujukan kelas III. ‘’Jadi harus diimbangi dengan promosi untuk
pasien umum,’’ imbuhnya.
Sementara
itu, Ketua Pansus RSUD Kota Mataram, H. Wildan, SH., yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (24/9) kemarin
mendukung program bayi tabung murah yang disampaikan direktur RSUD Kota
Mataram. Namun demikian, ia berharap RSUD Kota Mataram tetap profesional.
‘’Tidak masalah sepanjang itu untuk kepentingan orang banyak,’’ katanya. Terkait
promosi, politisi PPP ini mengapresiasi ide tersebut.
Dengan
promosi untuk pasien umum, maka pasien yang mampu bisa mensubsidi silang pasien
yang kurang mampu. Sehingga pada gilirannya, pelayanan akan semakin baik. Ia
menganggap program bayi tabung merupakan program yang bagus. Namun ia
mempertanyakan kesanggupan RSUD Kota Mataram melaksanakan program itu. (fit)
Komentar