Jangan Hanya Selera Pemerintah

KETUA Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi., menyesalkan lambannya penanganan aset Kota Mataram yang seharusnya bisa memberi dampak perekonomian bagi masyarakatKota Mataram, justru terkesan mangkrak. Yang paling nyata, adalah dua aset milik Pemkot Mataram masing-masing di Pagesangan dan Udayana.

Yeyen Seprian Rachmat

Bahkan, menurut Yeyen, masalah MCC (Mataram Craft Center) terbilang sangat lama. ‘’MCC ini sejak zamannya pak Ruslan (mantan Walikota Mataram, red),’’ sebutnya. Iapun mengaku tidak mengetahui dimana letak permasalahannya sehingga persoalan MCC tidak kunjung beres. Seharusnya, untuk masalah yang seperti itu, apalagi sudah berlangsung cukup lama harus ada tindakan nyata dari Pemkot Mataram.

Harus ada progres dari instansi terkait. ‘’Apa sih yang sudah dilakukan oleh dinas terkait,’’ ujarnya. Hal itulah menurut Yeyen yang belum didapatkan dari pihak eksekutif. Menyikapi aset Kota Mataram yakni MCC dan MWP (Mataram Waterpark) harus ada upaya konkret yang dilakukan. Ia menduga fenomena mangkraknya aset Kota Mataram seperti MCC dan MWP dilatarbelakangi perencanaan pembangunan yang tidak melibatkan masyarakat.

Dalam pembangunan apapun, menurut Yeyen harus melibatkan masyarakat. Sebab nantinya, yang menikmati hasim pembangunan itu adalah masyarakat. Ia mempertanyakan, apakah dulunya ketika akan membangun MCC, telah mendengarkan aspirasi dari perajin-perajin mutiara di Sekarbela. ‘’Apakah itu keinginan mereka (perajin mutiara, red) ataukah selera pemerintah,’’ imbuhnya. Sebab, pembangunan yang baik, seyogiyanya jangan hanya menuruti selera pemerintah tapi juga harus mendengarkan aspirasi masyarakat.

Ia berharap, Pemkot Mataram segera menyampaikan progresnya terhadap keberadaan aset-aset di daerah ini. Menurut Yeyen, progres pembangunan MCC maupun MWP penting untuk dipublikasikan. Sehingga, kalau memang Pemkot Mataram menemui kendala dalam pengelolaan aset tersebut, bisa segera dicarikan solusi.

Katanya, masalah ini tidak boleh diabiarkan berlarut-larut supaya tidak merugikan masyarakat. (fit)

Komentar