Meningkat, Anggaran Penanggulangan Kemiskinan di Mataram

Mataram (Suara NTB) –
Pemkot Mataram menunjukkan keseriusannya dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah ini. Keresiusan tersebut nampak dari meningkatnya anggaran penangulangan kemiskinan yang parkir dalam APBD perubahan Kota Mataram tahun anggran 2013.

Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang kepada Suara NTB di Mataram kemarin, menegaskan, TKPK atau Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Mataram, di dalamnya termasuk Bappeda, masih eksis dan terus bekerja. Namun demikian, munculnya kemiskinan-keiskinan baru, sulit dihindari. Masalah kemiskinan, katanya, adalah persoalan yang memang realitas kehidupan.

Tinggal sekarang, bagaimana TKPK menskenariokan dan terus bekerja membuat program penanggulangan kemisikinan dan mengkoordinasikannya. ‘’Mengenai berapa angkanya, itu domainnya BPS (Badan Pusat Statistik, red),’’ sebutnya. TKPK, menurut Martawang hanya berfungsi untuk mengkoordinasikan. Mengenai siapa yang bertugas mendata, jelas BPS.

Sebab, data-data kemiskinan yang dihimpun BPS berhubungan dengan pemerintah pusat. ‘’Tetapi yang jelas, tidak ada sedikitpun komitmen kita untuk mengurangi peningkatan komitmen penanggulangan kemiskinan,’’ tegasnya. Buktinya, kata Martawang, anggaran penanggulangan kemiskinan justru semakin meningkat dalam postur APBD Perubahan Kota Mataram tahun anggaran 2013.

 ‘’Komitmen itu yang terus kita kawal,’’ cetusnya. Martawang membantah, meningkatnya anggaran penanggulangan kemiskinan merupakan indikasi meningkatnya angka kemiskinan di Mataram. Dikatakannya, persoalan kemampuan pencapaian, adalah persoalan realitas di lapangan. Sebab, penanggulangan kemiskinan, bukan merupakan program yang berdiri sendiri. Ada realitas tatanan ekonomi yang bersifat global dan nasional.

‘’Kalau terjadi inflasi maka akan menyebabkan sebagian penduduk kita (Mataram, red) menjadi korban dari itu semua,’’ jelasnya. Namun, sambung Martawang sebagai wujud tanggung jawab menekan angka kemisikinan, penangulangan kemiskinan di Mataram dilakukan secara ‘’keroyokan’’ lintas SKPD. Penanggulangan kemiskinan secara terpadu oleh sejumlah SKPD inilah yang dikoordinasikan oleh TKPK.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu hasil pendataan BPS mengenai angka kemisikinan di Mataram. ‘’Kita tunggu angka ini supaya tidak menjadi debat table,’’ imbuhnya. Selama ini, data kemisikinan yang dipegang TKPK, juga berasal dari data BPS. Yang jelas, Pemprov NTB, kata Martawang sangat mengapresiasi komitmen Pemkot Mataram dalam penanggulangan kemiskinan yang ditunjukkan dengan meningkatnya anggaran untuk itu. (fit)

Komentar