Warga Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp 25 Ribu

Dewan Ancam Panggil Pertamina


Mataram (Suara NTB) –
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM. Nur Ibrahim mengancam akan memanggil pihak Depo Pertamina Ampenan. Ini menyusul kelangkaan LPG 3 Kg yang dibarengi dengan harga yang mahal.

Bahkan, menurut laporan warga kepadanya, di tingkat pengecer harga LPG 3 Kg sudah menembus Rp 25 ribu per tabung. ‘’Rata-rata menjual Rp 18 ribu, tapi ada juga yang menjual Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,’’ terangnya kepada Suara NTB, Minggu (29/9) kemarin.

Ia meminta kepada pihak Depo Pertamina Ampenan untuk segera menormalkan pasokan LPG di Kota Mataram. Sebab, banyak masyarakat yang mendatanginya mengadukan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg. Kalaupun ada, harganya membuat warga sangat terpukul. Karenanya, untuk mengembalikan LPG pada kondisi yang normal, baik pasokan terlebih harganya, ada baiknya Depo Pertamina turun ke agen-agen.

Jangan sampai, sambung anggota Fraksi Partai Golkar ini, karena lemahnya pengawasan kepada agen-agen, harga LPG menjadi mudah dipermainkan. Menyikapi maraknya keluhan masyarakat terkait langka dan mahalnya LPG 3 Kg ini, H. Nur Ibrahim menyatakan, pihaknya sudah turun ke sejumlah pangkalan. 

Dari pengakuan pangkalan-pangkalan yang didatanginya, terungkap bahwa, distribusi LPG dari agen memang berkurang. Dari yang tadinya satu minggu sekali, atau paling lama dua minggu sekali, kini menjadi sebulan sekali. ‘’Info dari pangkalan, alasannya distribusi dari depo berkurang,’’ katanya.

Ia yakin, kalau Pertamina turun ke agen-agen, bisa meminimalisir kemungkinan-kemungkinan adanya permainan. ‘’Sehingga agen tidak ada alasan,’’ tandasnya. Ia berharap, keluhan masyarakat ini secepatnya direspon oleh pihak Pertamina. Sebab kalau tidak, Komisi II, katanya, akan mengagendakan pemanggilan Depo Pertamina Ampenan. (fit)

Komentar