Pemkot akan Terapkan Sanksi Potong Tunjangan
Mataram (Suara NTB) –
Penerapan sanksi pemotongan tunjangan bagi pegawai
yang tidak disiplin yang telah diterapkan oleh Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota
Mataram, mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Bahkan, orang nomor dua di Kota Mataram ini berencana
menduplikasi pola
tersebut ke semua SKPD lingkup Pemkot Mataram.
Mohan kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (8/11)
kemarin mengatakan, pola dimaksud sedang dirancang. Dengan pola ini, pegawai
rajin dan pegawai malas tentu akan menerima jumlah tunjangan yang berbeda. ‘’Jangan
sampai yang malas dan yang rajin dapat tunjangan yang sama. Di Mataram ini,
baru Dispenda yang berani menerapkan itu (sanksi potong tunjangan,’’ terangnya.
Pola ini nantinya, diharapkan tidak hanya menyasar
kedisiplinan pegawai dari segi tingkat kehadiran, tapi juga kinerjanya. ‘’Jangan
sampai ada pegawai yang kerjanya dengan pola 7 kosong 2. Datang jam tujuh terus
kosong, nanti jam dua absen pulang,’’ imbuhnya. Pola potong tunjangan,
diharapkan mampu memberikan efek jera kepada PNS. Mohan yakin, meski mungkin
nilai tunjangan yang dipotong sebagai akibat ketidakdisiplinan pegawai
bersangkutan, diyakini sangat berarti bagi pegawai itu sendiri.
Mohan menibaratkan pegawai malas sebagai ’’penumpang
gelap’’. Yang jelas, katanya, keadilan harus didistribusikan dengan baik. (fit)
Komentar