Tak Satupun Komisioner Petahana Lolos
Mataram
(Suara NTB) –
Kerja
Timsel (Tim Seleksi) rekrutmen komisioner KPU Kota Mataram, telah berakhir
dengan menyerahkan 10 besar hasil seleksi kepada KPU Provinsi NTB. Sayangnya,
dari 10 nama yang lolos seleksi itu, dipastikan, tidak satupun komisioner
petahana lolos.
Kepastian
itu disampaikan Ketua Timsel komisioner KPU Kota Mataram, H. Sudiarto, SH.,
M.Hum menjawab Suara NTB di Kantor
Walikota Mataram, Rabu (30/10) kemarin. Menurut dia, surat pemberitahuan hasil
tes itu telah disampaikan kepada peserta bersangkutan. 10 besar yang lulus
seleksi, antara lain Nur Aeda (pengusaha dan dosen luar biasa di IAIN), HM.
Ainul Asikin (Mantan Kepala Bappeda Kota Mataram), I Wayan Sutama (PNS di Lobar,
tinggal di Mataram), M. Sukran Yusri (pengusaha), Sopan Sophian Hadi (PPK),
Ketut Sutama (PPK), Bedi Parwadi (PPK), H. Iskandar (salah seorang kabag di
Korpri NTB), Eka Sugih Gunawan (pengusaha) dan Aida (Panwaslu).
Katanya,
dari 10 besar ini, Timsel membaginya menjadi tiga katagori. Pertama, katagori
utama, katagori pendukung dan katagori pelengkap. Yang masuk dalam katagori
utama, dilihat dari kemampuan intelektual dan performance ketika tes wawancara sangat bagus. ‘’bahkan ada dua
orang, itu mempunyai nilai sangat bagus, 99 persen. Nilai tertinggi 75, dia
dapat 74,’’ sebut Sudiarto. Setelah dijumlahkan nilai tes tulis dan tes
wawancara, terdapat empat nama yang masuk dalam katagori utama.
‘’Kemudian
ada empat orang lagi, itu menjadi katagori pendukung dan yang dua orang lagi,
hanya pelengkap saja,’’ bebernya. Setelah hasil tes seleksi komisioner KPU Kota
Mataram disampaikan, sebetulnya tugas Timsel telah berakhir. Namun, kalau ada pihak-pihak
yang keberatan atau bereaksi atas hasil seleksi itu, Sudiarto
mempersilahkannya. Pasalnya, saat tes wawancara, Timsel telah mengingatkan
kepada semua peserta bahwa tidak semua bisa lulus.
Sementara
itu, beberapa komisioner KPU Kota Mataram yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan bahwa mereka tak
lolos tes rekrutmen komisioner KPU Kota Mataram periode 2013-2018. Baik, Agus
Afandi, ST maupun Agus Zaeroni, menyatakan mereka akan mengikuti seleksi serupa
di tingkat provinsi pasca-terpental dari selekti tingkat Kota Mataram. (fit)
Komentar