Mataram
(Suara NTB) –
Rencana
pembangunan rumah pemulihan gizi di Kelurahan Ampenan Tengah Kecamatan Ampenan
Kota Mataram, ternyata belum banyak yang mengetahuinya. Bahkan, Kepala Dinas
Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi mengaku tidak tahu ada rencana tersebut.
Kepada
Suara NTB di ruang kerja Kabag Humas
dan Protokol Setda Kota Mataram, kemarin, mengatakan, belum mengetahui ada
rencana pembangunan rumah pemulihan gizi. Kendati demikian, kalau benar
dibangun, sebagai leading sektor kesehatan, pihaknya akan mendukung rencana
itu. Tetapi sebetulnya, jika hajat rumah pemulihan gizi itu adalah untuk
membantu memulihkan gizi anak-anak yang menderita penyakit gizi buruk ataupun
gizi kurang, Dikes telah melakukannya terlebih dahulu.
Bahkan,
lanjut Usman Hadi, Dikes dalam membantu pemulihan penderita gizi buruk dan gizi
kurang, melakukan pendekatan dari rumah ke rumah. Bahkan, petugas membuat
formula khusus bagi balita penderita gizi buruk. Formula khusus ini telah
dikonsultasikan kandungan gizinya kepada ahli gizi. Ini diberikan hingga
penderita lepas dari status gizi buruk ataupun gizi kurang.
Namun
diakui Usman Hadi, tidak jarang balita yang sudah lepas dari status gizi buruk,
kembali menderita penyakit yang sama. ‘’Penyebab gizi buruk ini ada dua.
Pertama karena penyakit dan yang kedua karena kekurangan asupan gizi,’’
pungkasnya.
Karenanya
Dikes merasa terbantu dengan kerja-kerja yang dilakukan kader Posyandu. Salah
satunya pekan penimbangan yang menjadi ujung tombak deteksi dini gizi buruk dan
gizi kurang. Melihat efektivitas pekan penimbangan, Dikes mengambil kebijakan
menambah frekuensi kegiatan tersebut dari dua kali menjadi empat kali dalam
sebulan.
Dari
kegiatan tersebut, Dikes telah mengantongi data lengkap riwayat penderita gizi
buruk dan gizi kurang. ‘’Saya bersyukur gizi buruk ini terungkap sehingga bisa
cepat ditangani. Yang kita khawatirkan ini yang tidak terungkap,’’ terangnya.
Sebelumnya,
Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati, S.Sos., menyatakan,
pembangunan rumah pemulihan gizi akan dilaksanakan tahun 2014 mendatang
bersamaan dengan peluncuran kelurahan layak anak di Ampenan Tengah. ‘’Ke depan
Miya Ramdhani akan kita tangani di situ,’’ sebutnya.
Dengan
pembangunan rumah pemulihan gizi ia berharap semua anak di Kota Mataram
tercukupi asupan kebutuhan gizinya. Selain itu, orang tua penderita gizi buruk
akan diajarkan cara memberikan asupan gizi yang benar dan bagaimana hidup
sehat. Perawatan penderita gizi buruk di rumah pemulihan gizi itu dilakukan
dari pagi hingga sore hari. ‘’Disanguin makanan untuk malamnya. Paginya datang
lagi sampai si anak cukup gizinya. Ongkos untuk datang kita kasi,’’ katanya.
(fit)
Komentar