Abdul Malik Thalib |
RENCANA
Pemkot Mataram memasang CCTV atau kamera pengintai untuk memantau atau
memonitoring aktivitas anak jalanan (anjal), gepeng dan pengemis di perempatan
jalan, dinilai bukan solusi yang tepat. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram,
Abdul Malik Thalib kepada Suara NTB
di DPRD Kota Mataram, Kamis (19/6) kemarin menegaskan, pihaknya, tidak setuju
dengan rencana tersebut.
Menurut
Abdul Malik Thalib, pemasangan CCTV itu tidak perlu dilakukan. ‘’Saya kira itu
tidak efektif,’’ cetusnya. Rencana pemasangan CCTV untuk memantau gepeng dan
anjal, lanjutnya, lebih terkesan sebagai upaya buang-buang anggaran. Penanganan
anjal di Mataram akan lebih efektif kalau aparat turun langsung melakukan
teguran bahkan penertiban.
Politisi
PKS itu menyarankan, untuk mengatasi gepeng dan anjal sebaiknya tidak
menggunakan CCTV. Abdul Malik Thalib justru lebih setuju kalau anggaran
pengadaan CCTV itu dialihkan untuk membina gepeng dan anjal. ‘’Kalau untuk CCTV
kan, peruntukkan dananya jadi tidak
maksimal, sayang sekali dananya,’’ ujarnya.
Dikatakan
Abdul Malik Thalib, akan lebih efektif kalau anggaran pengadaan CCTV diberikan
sebagai modal usaha kepada gepeng dan anjal. Karena, sambungnya, salah satu
faktor yang membuat gepeng dan anjal betah berada di jalan adalah ekonomi. Yang
jelas, ia menekankan bahwa CCTV bukanlah solusi. Di daerah manapun, katanya,
tidak ada daerah yang menggunakan CCTV untuk penanganan gepeng dan anjal.
Malah,
kata Abdul Malik Thalib sudah terbukti cukup banyak daerah yang berhasil
menangani gepeng dan anjal, tidak dengan memasang CCTV. Ia berharap SKPD
(Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait punya program yang jelas dalam
penanganan gepeng dan anjal. Ia meminta pengadaan CCTV dipertimbangkan kembali.
Jangan sampai pengadaan CCTV sekadar jadi ujicoba saja.
‘’Jangan
jadi program coba-cobalah, dari pada programnya belum jelas, lebih baik
digunakan untuk program yang menyentuh langsung kepada masyarakat,’’ pintanya. Lagipula,
untuk pengadaan CCTV tentu akan menelan anggaran yang tidak sedikit. Karena
fenomena saat ini, hampir semua perempatan di Kota Mataram menjadi tempat
mangkalnya gepeng dan anjal. Belum lagi yang datang langsung ke rumah-rumah.
(fit)
Komentar