Pemenuhan Hak Anak Belum Merata


PERINGATAN HAN (Hari Anak Nasional) tahun 2014 di Kota Mataram diwarnai kondisi pemenuhan hak anak yang belum merata. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga hak mendapat tempat bermain, berekreasi dan berprestasi. Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati kepada Suara NTB, Rabu (23/7) kemarin.

Nyayu mencontohkan keinginan anak-anak di pesisir beberapa waktu lalu. ‘’Mereka juga ingin mendapat tempat bermain seperti teman-teman di kelurahan sebelahnya,’’ tuturnya. Menurut dia, pemenuhan hak anak secara merata menjadi tanggungjawab bersama seluruh warga Kota Mataram. memang, lanjutnya, sejauh ini sudah banyak yang dilakukan Pemkot Mataram.

Namun, ke depan ia berharap peranan pemerintah terus ditingkatkan agar cita-cita mewujudkan Mataram menuju kota layak anak 2018 bisa segera terwujud. Untuk itu, koordinasi antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) harus diperkuat. Politisi PDI perjuangan ini tidak menampik SKPD masih ada yang jalan sendiri-sendiri dalam program kota layak anak.

Salah satu SKPD yang diangkap masih berjalan sendiri dengan program yang kurang konkret adalah BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana). Nyayu kembali mencontohkan, pascaditetapkannya Kelurahan Ampenan Tengah menjadi percontohan kelurahan layak anak, hingga kini pembangunan rumah pemulihan gizi belum juga terwujud. Karenanya ia meminta BPPKB lebih aktif lagi bergerak untuk mengkoordinasikan semuanya. (fit)

Komentar