| Putu Juniartha |
Mataram
(Suara NTB) –
Bakesbangpol
Kota Mataram akan segera mencairkan dana terakhir bantuan parpol. Namun , saat
ini, pencairan dana bantuan parpol tersebut masih harus menunggu hasil audit
BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terlebih dahulu.
Demikian
Kabid Politik dan Bina Ideologi Bakesbangpol Kota Mataram, Putu Juniartha
menjawab Suara NTB di Kantor Walikota
Mataram. Dikatakannya, pencairan dana bantuan parpol untuk lima bulan. Mengenai
besaran dana bantuan parpol, sangat bervariatif, tergantung perolehan suara
masing-masing parpol di DPRD Kota Mataram.
‘’Untuk
anggota Dewan hasil tahun 2009 memang masih mendapatkan hak selama lima
bulan,’’ terangnya. Juniartha memastikan, begitu audit BPK rampung, maka dana
terakhir bantuan parpol juga segera diberikan. Bantuan parpol, tahap akhir
tidak akan bisa cair kalau administrasi keuangan yang diperiksa BPK juga belum
rampung.
Namun
demikian, Juniartha memastikan, bantuan terakhir untuk parpol akan cair sebelum
pelantikan anggota DPRD Kota Mataram periode berikutnya 6 Agustus mendatang.
Peruntukan bantuan parpol sudah jelas ada ketentuannya. Salah satunya untuk
penunjang mobilisasi, pendidikan politik dan lain sebagainya.
Ia
tidak menampik masih ada parpol yang keliru menafsirkan bantuan parpol. ‘’Tapi
nanti, apakah benar atau salah peruntukkan bantuan parpol, itu akan terlihat
dari hasil audit BPK,’’ terangnya. Kekeliruan menafsirkan bantuan parpol, kata
dia, tergantung dari tingkat pemahaman masing-masing parpol. Yang jelas, semua
parpol yang mendapat kursi di parlemen memang sudah menggunakan dana bantuan
parpol sesuai dengan ketentuan yang ada.
Hanya
saja, dalam hal pengadministrasiannya yang masih kurang. Juniartha menyebutkan,
bantuan terbesar diterima oleh Partai Demokrat mengingat perolehan suaranya
juga paling banyak.
Ia
membantah sosialisasi peruntukan dana bantuan parpol minim. Justru ia menyoroti
kepengurusan di parpol yang berbeda-beda memicu kekeliruan tersebut. ‘’Sekarang
yang mempertanggungjawabkan di bidang keuangan si A, besoknya si B jadinya kan tidak nyambung,’’ ujar Juniartha. Ia
menegaskan, sosialisasi tetap dilakukan setiap tahun. Bukan hanya ke parpol
tapi juga ke masyarakat. (fit)
Komentar