WAKIL
Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menyambut baik langkah yang
diambil Pemkot Mataram dengan akan menerbitkan perwal (peraturan walikota)
tentang lahan pemkaman. Menyikapi kondisi yang berkembang di masyarakat,
menurutnya langkah tersebut memang harus dilakukan.
‘’Terlebih
manakala dikaitkan dengan kondisi yang ada. Semakin urgent dan dibutuhkan langkah-langkah itu,’’ terang Didi. Perwal
lahan pemakaman diharapkan menjadi langkah solutif. Termasuk bagaimana
mengantisipasi kondisi ke depannya. Ada tiga pemikiran positif terkait lahan
pemakaman. Pertama, pengembang menyediakan sendiri lahan pemakaman. Kedua,
kolektif dengan beberapa pengembang lainnya di lokasi yang tentunya tidak
terlalu jauh dari perumahan masing-masing. Ketiga, mengikuti kebijakan area
pemakaman yang ada.
Apapun
solusi yang diambil dari ketiga pemikiran itu, yang terpenting bagaimana
pengembang bisa menyiapkan lahan 3 persen dari total luas perumahan yang
dibangun untuk lahan pemakaman. Selain itu, sambung Didi, terhadap pemakaman
yang ada, perlu ditata. ‘’Sekaligus mencari formula penyelesaian terhadap
masalah pemakaman yang ada,’’ ujar penasihat pemakaman Assidiqqie, Karang
Kelok.
Pihaknya,
sambung Didi, ingin mengkombinasikan penyelesaian masalah itu, antara
masyarakat dengan pemerintah. Pola untuk bisa menyelesaikan masalah laham
pemakaman disesuaikan dengan kondisi. ‘’Masalah yang muncul itu logis,’’
cetusnya. Sebab, bertambahnya jumlah penduduk tidak diiringi bertambahnya areal
pemakaman. Dewan dalam hal ini, sambungnya, mendorong bagaimana mentelaah
persoalan lahan pemakaman.
Pemerintah
dalam hal ini harus membuka komunikasi penataan pemakaman. Karena bagaimanapun,
warga wajib disediakan lahan pemakaman. Mengingat keterbatasan lahan di Kota
Mataram maka Pemkot Mataram harus memikirkan solusi yang efektif bagi penyedian
lahan pemakaman. Cara-cara yang dilakukan sejumlah kota pada penduduk di
Indonesia bisa saja dijadikan referensi. Sepanjang langkah tersebut dalam
implementasinya tidak melanggar syariat Islam. (fit)
Komentar