Kepemilikan Saham di Bank NTB



Dari 10 Kabupaten/Kota, Mataram Urutan Sembilan


Mataram (Suara NTB) –
DPRD Kota Mataram menggelar rapat kerja tertutup dengan Bank NTB. Rapat yang digelar di salah satu ruang sidang DPRD Kota Mataram itu, tidak diizinkan untuk diliput media. Ketua sementara DPRD Kota mataram, H. Didi Sumardi, SH., kepada Suara NTB usai memimpin rapat kerja berdurasi sekitar dua jam itu menyampaikan, rapat itu membahas masalah kecukupan modal bank plat merah itu.

Dalam kesempatan itu, menurut Didi, Bank NTB meminta dukungan Dewan untuk memback up agar Bank NTB berada pada posisi yang mana dari segi rasio kecukupan modal. Tantangan ke depan terhadap hal ini, Bank NTB, sesuai dengan standar ketentuan bank Indonesia, pada tahun 2016 harus memiliki modal inti Rp 1 triliun. ‘’Kondisi saat ini kita (Bank NTB, red) berada setengah dari itu. Sekitar Rp 500 sekian miliar,’’ akunya.

Untuk menembus total Rp 1 triliun pada tahun 2016, perlu adanya suatu stategi yang harus dijalankan Bank NTB. Bank NTB, lanjut Didi, telah memaparkan secara jelas bagaimana strategi untuk mencapai modal inti tersebut. Sementara itu, dari 10 kabupaten/kota, Mataram berada pada urutan sembilan dari seluruh pemegang saham. Bahkan daerah lain sudah menyetorkan penyertaan modal dalam bulan ini yang bisa mengancam posisi Kota Mataram melorot pada urutan terbawah.

Kondisi ini, menurut Didi harus dicermati oleh semua pihak, bagaimana memperbaiki posisi Kota Mataram. ‘’Janganlah kita berada pada posisi menengah ke bawah tapi kita menengah ke atas,’’ pintanya. Ini akan menjadi bahan pembicaraan pihaknya dengan eksekutif untuk mencari solusi supaya posisi Kota Mataram lebih baik dari saat ini.

Selain itu, pertemuan itu juga membahas peran Bank NTB dalam memberikan kontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Termasuk memerhatikan sektor usaha kecil khususnya. ‘’Bank NTB menyampaikan sebagian besar kredit usaha itu adalah yang dilayani sektor usaha kecil,’’ terangnya. Bahkan 75 persen kredit usaha yang dikucurkan Bank NTB bergerak di sektor usaha kecil. (fit)

Komentar