Pemkot Awasi Peredaran Miras Saat Lebaran Topat
Mataram
(Suara NTB) –
Mengantisipasi
penumpukan pengunjung yang hendak merayakan Lebaran Topat di Senggigi, Pemkot
Mataram telah menyiapkan panggung hiburan rakyat yang bakal dibuka pada pagi
hingga sore hari. Karena biasanya, pada Lebaran Topat nanti, masyarakat akan
mengunjungi objek-objek wisata, terutama objek wisata pantai. Mencegah
kerawanan yang berpotensi muncul saat perayaan lebaran topat nanti, Pemkot
Mataram memperketat pengawasan peredaran minuman keras.
Walikota
Mataram, H. Ahyar Abduh yang dikonfirmasi mengenai kesiapan Pemkot Mataram
menggelar perayaan lebaran topat, menyampaikan, mengantisipasi warga Mataram
merayakan lebaran topat di wilayah Senggigi, Pemkot Mataram berinisiatif
mengadakan kegiatan perayaan lebaran topat. ‘’Jadi, perayaan lebaran topat di
Mataram, kita fokuskan di dua titik,’’ sebutnya.
Masing-masing
di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro. ‘’Maksudnya supaya tidak semua warga
pergi ke Senggigi,’’ cetusnya. Dikatakan Walikota, tradisi masyarakat Kota
Mataram saat merayakan lebaran topat, setelah ziarah kubur, maka objek wisata
yang bakal diserbu adalah pantai. Kota Mataram sendiri memilik pantai sepanjang
9 kilometer.
Mengingat,
lebaran topat merupakan puncak perayaan lebaran bagi umat muslim di Mataram,
sudah pasti tingkat kunjungan masyarakat baik ke makam, terlebih ke pantai,
akan meningkat. Peningkatan jumlah pengunjung ini, bukan tidak mungkin
berpotensi menimbulkan kerawanan. Untuk itu, sambung Ahyar, pihaknya selaku
kepala daerah akan turun tangan langsung memantau kondisi perayaan lebaran
topat di daerah ini.
Termasuk
mengecek keamanan pantai. Untuk pengamanan perayaan lebaran topat, Pemkot
Mataram, katanya, akan berkoordinasi dengan polisi. Pengamanan, demikian
Walikota, tidak terkonsentrasi di pantai, tapi juga objek-objek wisata lainnya.
‘’Tapi juga ruang publik seperti taman,’’ imbuhnya. Tidak hanya itu, Pemkot
Mataram juga bersiaga terhadap kemungkinan peredaran miras di sela-sela perayaan
lebaran topat.
Walikota
mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. ‘’Para orang tua juga kita
minta mengawasi anak-anaknya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan,’’ tandasnya. (fit)
Komentar