Festival Serakal Barzanji Jadi Ikon Budaya Kota Mataram



Mataram (Suara NTB) –
Dinas Budpar (Kebudayaan dan Pariwisata) Kota Mataram mempopulerkan tradisi Serakalan Barzanji yang merupakan salah satu warisan tradisi yang saat ini masih tetap dipertahankan masyarakat Mataram. Guna mempertahankan eksistensi tradisi tersebut, Pemkot Mataram menggelar Festival Serakal Barzanji 2014. Kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh saat membuka Festival Serakal Barzanji 2014 yang digelar di Taman Sangkareang menyambut baik tradisi Serakalan Barzanji untuk diperkenalkan kepada masyarakat umum. Tradisi yang biasa dilaksanakan pada bulan Kelahiran Nabi Muhammad dan bulan Haji ini hendaknya juga menjadi ajang inventarisasi para kelompok serakal barzanji yang ada di Mataram.

Dikatakan Ahyar, serakalan mengandung tujuan sebagai doktrin lokal dalam menanamkan sikap dan mengembangkan pengenalan kepada umat Islam khususnya generasi muda yang wajib mengenal Nabi dan Rasul-nya. Serakal Berzanji perlu dikembangkan kembali sebagai sarana penguat moral umat Islam atau sebagai pesan moral dan akhlakul karimah yang mengandung makna tatanan, tuntunan, dan tontonan yang menarik yang bisa memperteguh iman, takwa, dan kebersamaan umat.

Kegiatan yang sekaligus merupakan rangkaian dari Peringatan Selikur Taun Kota Mataram lanjut Walikota sebagai bentuk komitmen bersama untuk menumbuhkan kecintaan generasi penerus pada budaya bangsa sendiri. ”Dengan menumbuhkan kecintaan pada budaya yang sarat akan nilai-nilai moral di dalamnya, Insya Allah, masyarakat Kota Mataram tidak hanya menjadi masyarakat yang maju, namun juga masyarakat yang religius dan berbudaya seperti yang kita cita-citakan bersama, tegas Walikota.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram M. Latif Nadjib menyebutkan, penyelenggaraan Festival Serakal Barzanji yang bertepatan dengan keberangkatan Jamaah Calon Haji menjadi selaras karena tradisi ini kerap dilaksanakan jelang tibanya Musim Haji.
Selain itu, sebagai suatu tradisi yang harus tetap eksis di tengah-tengah masyarakat, pihaknya mengupayakan menyelenggarakan kegiatan ini tidak hanya sekali dalam setahun namun menjadi event tetap setiap bulan Maulid dan bulan Haji.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini sekaligus juga menjadi momen silaturrahim para pewaris tradisi selakar barzanji dimana kedepan pihaknya akan berupaya menggagas terbentuknya Forum Komunitas Kelompok Serakal Barzanji Kota Mataram. (fit)

Komentar