DATA
RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) yang diungkap Disosnakertrans (Dinas Sosial
Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kota Mataram, akan segera dilakukan cross check
oleh Komisi IV. Pasalnya, menurut Komisi IV DPRD Kota Mataram angka kemiskinan
di Mataram yang tersisa, tidak sampai 5.201 rumah tangga.
Ketua
Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., kepada Suara NTB, Minggu (14/9) meyakini kerja-kerja yang dilakukan TKPK
(Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) Kota Mataram telah memberi dampak
cukup signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Mataram.
Hasil
PPLS (Pendataan Program Perlindungan Sosial) tahun 2011 yang dilakukan BPS,
angka kemiskinan Kota Mataram 11,87 persen. Dikatakan Politisi Partai Golkar
ini, Pemkot Mataram melalui TKPK Kota Mataram sangat konsisten dan berpihak
dalam mengintervensi. ‘’Misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, perumahan,
air bersih, sarana dan prasarana perkotaan dan lain-lain,’’ sebut Muhir.
Dengan
intervensi Pemkot Mataram yang serius dan terpadu, diharapkan angka kemiskinan
bisa menurun mencapai angka di bawah 10 persen pada PPLS di akhir tahun 2014
ini. Mengenai data RTSM yang disebut Kadis Sosnakertrans, Muhir masih enggan
mengomentarinya. Ia justru mempertanyakan data itu, data tahun berapa. ‘’nanti
kita tunggu data BPS, itu acuan kita,’’ tandasnya.
Seperti
diketahui, di Mataram, jumlah RTSM tersisa sebanyak 5.201. Sebelumnya jumlah
RTSM di Mataram mencapai 5.592. Beberapa barometer untuk mengidentifikasi warga
yang tergolong sangat miskin ini disebutkan Khalik diantaranya tidak bisa makan
dua kali sehari, taraf kesehatan masih jauh, kalau wanita hamil tidak bisa
memperhatikan kesehatannya, tidak bisa memeriksakan diri ke dokter, dan rumah
mereka juga masih tidak layak huni. Ditargetkan warga yang tergolong miskin ini
sudah selesai ditangani sampai tahun 2015 mendatang. (fit)
Komentar