SOROTAN
kembali tertuju kepada Dishubkominfo terkait pengelolaan retribusi parkir tepi
jalan umum. Bahkan, kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer
H. Ibrahim, dalam pembahasan KUA PPAS baru-baru ini, terlontar pernyataan tegas
dari kalangan anggota DPRD Kota Mataram, kalau memang Kepala Dishubkominfo
tidak mampu mengurus parkir lebih baik dipindahkan ke jabatan lainnya.
Noer
Ibrahim kepada Suara NTB di ruang
kerjanya, Senin (6/10) mengatakan, penekanan kepada Dishubkominfo itu,
menurutnya, bisa menjadi warning juga bagi SKPD lainnya di lingkup Pemkot
Mataram. ketidakmampuan Kepala Dishubkominfo mengelola parkir tepi jalan umum,
teruruk dari kinerja yang tidak kunjung membuat SKPD yang satu ini mampu mencapai
target retribusi parkir tepi jalan umum.
Menurut
politisi Partai Golkar ini, figur yang menduduki posisi kepala Dishubkominfo
Kota Mataram, tidak bisa orang sembarang. ‘’Jadi yang bisa menjadi kepala dinas
di perbuhungan itu, adalah harus orang yang ikhlas dan peduli dengan uang
receh,’’ ujarnya. Ditambah lagi, kepala dinas perhubungan harus mampu membaca
karakter tukang parkir.
Yang
jelas, sambung Noer Ibrahim, orang yang mengurus parkir haruslah figur yang
mampu menyelesaikan persoalan. Sebagai solusi dari persoalan tersebut, Komisi
II DPRD Kota Mataram berencana akan melakukan uji petik. Jika selama ini uji
petik hanya dilakukan internal Dishubkominfo, maka nantinya hal yang sama juga
akan dilakukan oleh komisi yang membidangi masalah ekonomi dan keuangan ini.
Dalam
rencana ujipetik, Komisi II, kata Noer Ibrahim, akan menggandeng mahasiswa. Ia
membantah rencana uji petik retribusi parkir lantaran Dewan tidak percaya
dengan hasil uji petik yang dilakukan Dishubkominfo. ‘’Bukan kita tidak
percaya, tetapi kita ingin punya data pembanding. Sehingga tidak eksekutif saja
yang pegang data, tapi juga Dewan,’’ terangnya.
Rencananya
uji petik akan dilakukan secara sampel disejumlah titik parkir yang selama ini
nyaris tidak pernah sepi. Data pembanding ini nantinya akan menjadi rujukan
solusi yang bakal diambil. ‘’Kalau memang targetnya layak dinaikkan maka harus
dinaikkan, tetapi kalau memang dari hasil uji petik menunjukkan tidak bisa
dinaikkan, ya tentu tidak akan dinaikkan,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar