Empat Tahun Mangkak, MWP akan Ditender



Mataram (Suara NTB) –
Empat tahun dalam kondisi mangkrak, Pemkot Mataram mulai berpikir untuk membuka tender pengelolaan dan pengembangan MWP (mataram Water Park) di Udayana Mataram. Rencana ini diungkap Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Jumat (14/11).

‘’Kalau ada yang memang siap sesuai dengan rencana kita (Pemkot, red) bagus juga supaya ndak keluar dana kita untuk mengelola itu. Yang penting bagaimana bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ terangnya menjawab wartawan di DPRD Kota Mataram, Jumat kemarin. Pihaknya, aku, Walikota berencana melakukan tender terbuka kalau ada perusahaan-perusahaan yang siap dengan rencana Pemkot Mataram.

Saat ini, Pemkot Mataram, sambung Ahyar sedang merencanakan tender itu mencakup pengelolaan dan penataan. ‘’Bukan hanya pengelolaannya. Kalau begini kan bagaimana mau dikelola, dalam terus tidak memenuhi syarat untuk sport,’’ pungkasnya. Tender rencananya akan dilakukan dalam tahun ini.

Seperti diketahui, MWP dibangun tahun 2008 dan rampung pada tahun 2009. MWP diresmikan Bulan Juni 2010 lalu. Pembangunan yang diangarkan bertahap dalam beberapa kali APBD itu menelan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Awal dibangunnya MWP dihajatkan untuk kolam renang atlet dengan standar nasional. ‘’Karena di NTB belum ada kolam yang memadai,’’ terang Walikota. Dengan dibangunnya MWP diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet renang.

Sayangnya, waktu Sea Games di Palembang untuk atlet renang mensyaratkan kedalaman kolam 10 meter. ‘’Sedangkan dalam kolam kita hanya 8 meter,’’ cetusnya. Namun demikian, Pemkot Mataram juga menginginkan kolam tidak hanya untuk sport tapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemkot pernah melakukan uji coba dan biayanya, diakui Walikota cukup besar.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapat surat dari para tuan guru yang menakala MWP dioperasionalkan harus ada aturan khusus, seperti mengatur jam renang pria dan wanita. Dalam kondisi seperti saat ini MWP tidak mungkin dioperasionalkan untuk masyarakat umum karena kedalamannya yang membahayakan. Karenanya, Walikota meminta Dewan mendalami solusi apa yang harus diambil terhadap kondisi tersebut. (fit)

Komentar