Pemkot Dituding Menomorduakan Masalah Aset



Mataram (Suara NTB) –
Bermunculannya masalah terkait aset di Kota Mataram, membuat Ketua Pansus Aset DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini, gerah. Ia menuding Pemkot masih menomorduakan persoalan aset. Padahal, masalah aset inilah yang selalu membuat Pemkot Mataram gagal meraih opini WTP (Wajar Dengan Pengecualian).

‘’Padahal aset ini masalah besar. Tapi BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) lebih mendahulukan masalah keuangan ketimbang aset. Aset ini masih jadi urusan nomor dua,’’ kata Zaini menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (19/1). Bahkan ia menangkap kesan kalau BPKAD malas mengurus aset yang wujudnya sudah tidak ada.

Karenanya, Rabu (21/1) besok, Pansus Aset berencana memanggil jajaran Pemkot Mataram untuk melakukan persentasi masalah aset. ‘’Jadi kita akan undang Sekda, BPKAD dan beberapa SKPD yang telah mengusulkan penghapusan aset,’’ terangnya.

Zaini menggambarkan ada persoalan besar terkait aset di Kota Mataram. Sehingga dalam kesempatan persentasi nantinya, Pansus tidak hanya akan fokus pada usulan penghapusan aset yang diajukan BPKAD Kota Mataram sebesar Rp 45 miliar, tapi juga segala hal yang bersinggungan dengan persoalan aset. Termasuk aset SMP 6 Mataram yang sempat menjadi temua BPK.

‘’Sering sekali hal-hal sepele itu tidak diperhatikan oleh Pemkot Mataram,’’ keluhnya. Zaini mencontohkan, maraknya pembangunan trotoar dengan menggunakan batu sikat. ‘’Terus bongkaran paving bloknya dibawa kemana? Inikan ndak jelas,’’ cetusnya. Ia menegaskan, Pansus tidak pada posisi sebagai apprisal, tetapi lebih pada memastikan keberadaan aset.

Dikatakan Zaini, Pansus akan mencocokan data aset dengan fakta keberadaan aset itu sendiri. ‘’jangan sampai aset yang diusulkan untuk dihapuskan itu ternyata barangnya tidak ada,’’ ucapnya. Untuk itu, Pansus akan mempertanyakan kepada jajaran Pemkot Mataram saat presentasi besok, apa urgensi penghapusan aset.

Sejauh ini Pansus yang beranggokan seluruh ketua fraksi yang ada di DPRD Kota Mataram belum bisa memberi gambaran apakah akan menyetujui usulan penghapusan aset itu atau sebaliknya. Sebelumnya Kepala BPKAD Kota Mataram, Yance Hendra Dirra, SE., membantah pihaknya tidak serius mengurus masalah aset. Pihaknya tetap memprioritaskan masalah aset. (fit)

Komentar