Mataram
(Suara NTB) –
Warga
mengeluhkan Kartu BPJS yang belum merata didapatkan warga tidak mampu. Selain
itu, kartu pelayanan di rumah sakit juga kerap dikeluhkan masyarakat. Hal tersebut,
dihimpun anggota DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., saat menjalani reses di
enam lingkungan di Kecamatan Selaparang, beberapa hari lalu.
Suriadi
mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Terutama
masyarakat pemegang kartu BPJS. "Masih banyak mengeluh, bahkan pelayanan
masih kurang maksimal. Bagi para pasien pemegang kartu BPJS," kata Suriadi,
Minggu (22/3) kemarin. Dia mengakui, telah menghimpun aspirasi sekaligus
melakukan evaluasi program aspirasi masyarakat terdahulu. "Yang bisa kami
himpun ada empat kali, terkait dengan BPJS, masyarakat masih bingung," ujarnya.
Selama
ini, masyarakat juga kerap bingung dengan syarat BPJS. Seperti baru daftar berlakunya satu bulan kemudian. "Jangan
sampai bayar tambahan. Harus pro pada pasien, jangan terkesan pada pro
BPJS," tegas anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram ini. Dinas Kesehatan
juga, kata Suriadi kurang memberikan
sosialisasi ke masyarakat.
Selain
keluhan seputar BPJS, warga di dapil Selaparang juga juga mempertanyakan sambungan
hibah PDAM Giri Menang yang belum terpasang. Politisi PAN ini juga menerima
keluhan masyarakat terkait sekolah swasta yang kurang maksimal diperhatikan. Padahal,
menurut masyarakat, sekolah swasta merupakan penjabaran dari siswa bina
lingkungan.
Masih
ada sekolah yang dinilai menerima titipan. Suriadi dalam kesempatan bertatap
muka dengan konstituennya memaparkarkan tiga program unggulan Kota Mataram.
Masing-masing infrastruktur, SDM dan perekonomian rakyat. (fit/*)
Komentar