Perekrutan PPK di Kota Mataram Diduga Sarat Permainan

Mataram (Suara NTB) –
Rekrutmen PPK (Penyelenggara Pemilu tingkat Kecamatan) yang telah dilaksanakan Senin (4/5), diduga sarat permainan. Dugaan permainan itu diungkapkan salah seorang peserta rekrutmen PPK Cakranegara, Dedi Satria Jaya. Ia menduga ada keterlibatan oknum Sekretaris KPU Kota Mataram dalam dugaan permainan tersebut.

‘’Ada orang-orangnya dia dia tebar di semua kecamatan,’’ aku Dedi kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (8/5) kemarin. Yang paling kentara rekrutmen PPK Cakranegara, oknum Sekretaris KPU Kota Mataram merekrut orang-orang dekatnya. Sedikitnya ada lima PPK yang lulus tes administrasi maupun tes tulis diduga ‘’titipan’’ oknum Sekretaris KPU Kota Mataram.

Dedi tidak tahu apa motif oknum Sekretaris KPU Kota Mataram menyebar orang-orangnya sebagai PPK. Namun yang jelas ia mengendus kuatnya aroma kolusi. Apalagi, lanjutnya, ketika tes tulis berlangsung di Gedung Balatkop Provinsi NTB, oknum Sekretaris KPU nyelonong masuk ke ruangan tempat di mana tes sedang berlangsung. ‘’Seharusnya kan tidak boleh, dia bukan pengawas,’’ ujarnya.

Diruangan itu, menurut Dedi, oknum Sekretaris KPU Kota Mataram ini langsung mencari peserta tes yang diduga orang-orangnya. Dikatakan Dedi, ia mengungkapkan hal ini kepada publik bukan lantaran sakit hati tidak lolos dalam rekrutmen PPK, tetapi agar semuanya menjadi jelas. Pada bagian lain, ia mempertanyakan mekanisme penentuan kelulusan peserta rekrutmen PPK.

‘’Saya tidak lolos, ketika saya tanya sama salah seorang komisioner berapa nilai saya, alasannya belum direkap. Inikan tidak transparan,’’ terang mantan operator Sidalih (Sistem Data Pemilih Pileg 2014) ini. Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Kota Mataram, H. Ainul Asikin membantah perekrutan PPK tidak transparan. ‘’Tidak transparan bagaimana, hasilnya sudah diumumkan,’’ ucapnya.


Ia mempersilahkan pihak-pihak yang tidak puas terhadap hasil rekrutmen PPK itu agar datang langsung ke KPU Kota Mataram untuk mengkonfirmasi hal itu. (fit)

Komentar