Jangan Ambil Untung Terlalu Banyak

FENOMENA kenaikan harga menjelang bulan ramadhan dinilai relatif. ''Cuma kita harapkan para pihak terkait, tidak mengambil untung yang terlalu besar,'' imbau Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE. Artinya, setiap menjelang bulan ramadhan, harga memang biasanya rata-rata harga naik.

''Nanti terus turun lagi. Ini sudah biasa,'' imbuhnya. Fenomena kenaikan harga ini akan terus berlangsung hingga menjelang lebaran. Meskipun mungkin stok barang yang ada di distributor dalam kondisi aman dan mencukupi. Sebab kebutuhan masyarakat saat ramadhan nanti, rata-rata melebihi kebutuhan pada hari-hari biasa. Misban mencontohkan, pada hari biasa masyarakat yang hanya membeli beras 1 kg, saat puasa bisa membeli dua kali lipat.

''Ini hanya masalah kebiasaan saja,'' cetusnya. Kesimpulannya, kata Misban, pada momen-momen tertentu, kebutuhan masyarakat akan meningkat. Banyaknya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok, menyebabkan harga menjadi naik. ''Itu masalah demand and supply aja sih,'' kata politisi PKPI ini. Terkait kebiasaan pemerintah menggelar OP (Operasi Pasar) menjelang ramadhan, menurut Misban, tidak serta merta mampu menjawab fenomena kenaikan harga.

''Bisa iya, bisa tidak,'' katanya. OP, sambungnya, ketika harga tinggi, stok terbatas. Tetapi lain halnya kalau stok terbatas. Dikatakan Misban, Kecenderungan kenaikan harga saat ini, salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM yang terjadi setiap saat. Sehingga otomatis, meskipun jumlah beras banyak maupun sedikit, harga akan tetap naik. Dengan kata lain, para distributor akan menyesuaikan.


Karenanya, pihaknya berharap kepada stake holder yang mengendalikan masalah harga, tidak terlalu mengambil keuntungan yang berlebihan. Seperti diketahui, menjelang datangnya bulan suci ramadhan, harga-harga mulai merangkak naik. Terutama harga sembako. (fit)

Komentar