Gabungan Komisi Bahas Perubahan APBD

Dari Satpol PP hingga RSUD Kota Mataram


Gabungan komisi DPRD Kota Mataram

Mataram (Suara NTB) –
Pembahasan perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2015 dilakukan marathon. Setelah merampungkan pembahasan di internal empat komisi yang ada di DPRD Kota Mataram, Senin (3/8) kemarin DPRD Kota Mataram melangkah ke agenda rapat gabungan komisi. Rapat gabungan komisi yang dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dimanfaatkan oleh komisi-komisi untuk mempertajam penambahan berikut pengurangan anggaran.

Pantauan Suara NTB di ruang rapat itu, sorotan komisi merata pada segala urusan. Mulai dari anggaran untuk Satpol PP Kota Mataram, hingga anggaran untuk RSUD Kota Mataram. Bahkan rumah sakit tipe B itu mendapat sorotan paling banyak dari tiga komisi yang ada di DPRD Koata Mataram, kecuali Komisi I.

Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., mengusulkan perlunya ada tambahan anggaran untuk penambahan sarana prasarana Satpol PP Kota Mataram. Memang, lanjutnya, dalam perubahan APBD Kota Mataram, Satpol PP diusulkan bertambah anggarannya untuk pengadaan satu unit kendaraan roda empat. Namun itu, kata anggota Dewan dari PKS ini belum cukup karena Satpol PP juga masih membutuhkan kendaraan operasional lainnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., saat membacakan hasil rapat internal Komisi II, mempertanyakan pagu anggaran retribusi parkir yang dibebankan kepada RSUD Kota Mataram sebesar Rp 42 juta per tahun atau Rp 116 ribu per hari apakah sudah sesaui dengan potensi parkir yang ada di RS milik Pemkot Mataram itu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., dalam poin 9 hasil rapat komisi III juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan RSUD Kota Mataram. Sementara itu, pertanyaan yang berhubungan dengan RSUD Kota Mataram, paling banyak dilontarkan Komisi IV DPRD Kota Mataram.


‘’Anggaran pembangunan RSUD Kota Mataram senilai Rp 5 miliar dari DBH-CHT, apakah ada penambahan ruang perawatan kelas III yang nantinya sangat berguna bagi masyarakat kurang mampu,’’ tanya Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., dalam poin pertama hasil rapat internal Komisi IV DPRD Kota Mataram. Berikutnya, politisi Golkar ini juga mempertanyakan, penambahan anggaran untuk program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) sebesar Rp 4,6 miliar, dialokasikan untuk apa saja. (fit)

Komentar