Jangan Hanya Mengejar Keuntungan

HASIL penelitian BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kota Mataram yang menyebutkan dua sungai di Kota Mataram tercemar logam berat disamping pencemaran oleh bakteri ecoli, ditanggapi anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram H. Azhar Ansori. Pasalnya dua sungai yang disebut BLH tercemar logam berat, yakni Sungai Ancar dan Sungai Bernyok, dulunya memang diketahui sebagai tempat mencuci bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

‘’Kalau sekarang masyarakat kita, perajin tahu tempe, tidak ada yang cuci kedelai di kali. Karena sudah ada bantuan PDAM. Sudah ada bak tamping di masing-masing industri rumah tangga,’’ terang Azhar Ansori. Adanya kandungan logam berat di Sungai Bernyok, lanjutnya, sebagai akibat masih berlangsungnya aktivitas perajin emas di Sekarbela.

Politisi PKS ini menduga, para perajin emas di Sekarbela langsung membuang limbah mercury itu ke sungai tanpa di proses terlebih dahulu. Sebenarnya pihaknya sangat mengantisipasi untuk keberlanjutan aktivitas perajin emas, perak dan mutiara kalau tidak disertai dengan standar operasional.

‘’Harus betul-betul, makanya masyarakat Sekarbela harus berpikir sekian kali,’’ cetusnya. Jangan sampai perajin emas di sana hanya mengejar keuntungan, tetapi masyarakat di tempat lainnya yang terkena dampaknya. Hal yang sama juga pernah terjadi di Kamasan. Azhar Ansori juga tidak menampik ecoli yang juga mencemari sungai lantaran masih adanya aktivitas membuang sampah.

Sementara di sisi lain, masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk BAB (Buang Air Besar) lantaran tidak memiliki jamban. Belum lagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tidak memiliki septic tank. Sehingga limbah dari WC dan lain-lain langsung dialirkan ke sungai.

Karenanya, ia berharap ke depan ada awik-awik yang dapat mengendalikan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di sungai. Selain itu, Pemkot Mataram didorong untuk menggalakkan pembangunan sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi warga yang tidak memiliki jamban. Selain itu, Azhar Ansori juga mendorong lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam KMPS (Kelompok Masyarakat Peduli Sungai). (fit)


Komentar