Mataram
(Suara NTB) –
Wakil
Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha meragukan hasil survei soal enam
hari kerja yang dilakukan oleh Pemkot Mataram melalui Bagian Organisasi Setda
Kota Mataram. Apalagi hasil survei itu tidak dipublikasikan. ‘’Kita sayangkan
metode survei yang seperti itu,’’ ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram.
Mestinya,
kata Wayan, kalau memang Pemkot Mataram ingin menggali respon terhadap rencana
kembali ke enam hari kerja, survei harus dilakukan oleh lembaga survei
independen. Apalagi, dari ribuan jumlah ASN di Pemkot Mataram, Bagian
Organisasi hanya menyebarkan 300 kuisioner untuk semua SKPD se-Kota Mataram.
Menurut
Wayan 300 responden yang mendapatkan lembar kuisioner itu, belum mewakili suara
ribuan ASN Kota Mataram. ‘’Malah banyak ASN yang lebih suka lima hari kerja.
Karena ada dua hari libur, Sabtu dan Minggu, sehingga mereka bisa berkumpul
bersama keluarga,’’ ujarnya.Dikatakan Wayan, perubahan pola hari kerja tidak
hanya menyangkut ASN, tetapi juga menyangkut masyarakat yang hendak mendapat
pelayanan. Ia menyayangkan survei hanya menyasar ASN.
Mestinya
masyarakat juga ditanya. Namun demikian, soal pola kerja, diserahkan sepenuhnya
kepada kepala daerah. Namun, ia mengingatkan kalau Pemkot Mataram tetap akan
kembali pada pola enam hari kerja, itu harus disesuaikan dengan waktu kerja.
Karena ketika enam hari kerja sebelumnya, meskipun jam kerja pada hari Senin – Kamis
telah ditetapkan hingga pukul 14.00 Wita, namun di sejumlah SKPD sebelum waktu
tersebut telah sepi. Sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak
maksimal.
Ketua
DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini menyayangkan Kota Mataram akan menganut
hari kerja yang berbeda dengan dengan Pemprov NTB serta kabupaten/kota lainnya.
‘’Kita akan kesulitan berkoordinasi dengan daerah lain. Mestinya kita harus menyesuaikan
dengan Pemprov NTB,’’ katanya.
Diberitakan
sebelumnya, Pemkot Mataram nampaknya sudah mantap ingin kembali ke enam hari
kerja, setelah sebelumnya melakukan ujicoba lima hari kerja selama enam bulan
saat Kota Mataram dipimpin Penjabat Walikotta Mataram, Dra. Hj. Putu Selly
Andayani, MSi. Keinginan ini ditandai dengan dilakukannya survei oleh Bagian Organisasi
dengan menyebar kuisioner kepada 300 responden di seluruh SKPD lingkup Pemkot
Mataram. (fit)
Komentar