| Muhtar |
Seharusnya,
lanjut Muhtar, ASN Pemkot Mataram ditata dengan baik sesuai latar belakang
pendidikan dan keahliannya masing-masing. Sebab, penempatan ASN yang tidak
sesuai kompetensinya, diyakini akan berdampak pada kinerja para pegawai yang
tidak maksimal. ‘’Karena orang yang ditempatkan di sana tidak sesuai dengan
keahliannya, ya secara otomatis tidak
akan bisa maksimal kinerjanya,’’ tandasnya.
Kinerja
yang tidak maksimal itu, kata politisi Gerindra ini, berdampak pula pada
capaian-capaian pembangunan di Mataram. Seperti diketahui, sejumlah program di
Mataram tidak mencapai target. ‘’Termasuk kepala dinas juga kalau memang tidak
sesuai dengan keahliannya, otomatis kinerjanya kurang maksimal,’’ katanya. Kalau
penempatan seorang ASN masih harus menyesuaikan diri dengan posisi di mana ia
ditempatkan dan harus belajar dari awal, Muhtar menyebutnya sebagai bentuk
penempatan ASN tak sesuai kompetensi.
Muhtar
membantah kalau penempatan ASN tak sesuai kompetensi di Mataram sebagai bentuk
kecolongan Pemkot Mataram. Hanya saja, keberadaan ASN di Mataram, sambungnya,
kurang tertata. ‘’Jadi ASN kita (Mataram) ini jangan hanya kelihatan nganggur saja tidak punya pekerjaan,’’
imbuhnya. ASN yang penempatannya tidak sesuai kompetensi tentu akan menjadi
kebingungan ketika akan melaksanakan tugasnya.
Fenomena
ini, menurut Muhtar berakibat pula pada terjadinya pemborosan anggaran. Kecuali
untuk ASN dengan kualifikasi tertentu seperti tenaga perawat maupun guru. ‘’Kalau
mereka ini jaranglah nganggur. Tapi
kalau ASN yang kerja di perkantoran, di Sekretariat lihat saja,’’ demikian
Muhtar. Dikatakannya, sebetulnya tidak sulit untuk mendata ASN sesuai keahlian
mereka.
‘’ASN
kita (Mataram, red) berapa sih
jumlahnya, sekitar 6.000. tinggal dipilah-pilah saja sesuai latar belakang
pendidikannya,’’ sarannya. Muhtar mewanti-wanti penempatan ASN jangan sampai
karena ada kepentingan. (fit)
Komentar