Kinerja Tidak Maksimal

Muhtar
WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., meminta Pemkot Mataram, dalam hal ini BKD dan Asisten III Setda Kota Mataram segera menindaklanjuti pengaduan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kota Mataram yang diduga penempatannya tidak sesuai kompetensi. ‘’Ditindaklanjuti kalau memang tidak tepat. Karena untuk penempatan ASN yang punya tugas dia karena mereka yang mengetahui klasifikasi pegawai,’’ ujar Muhtar kepada Suara NTB Minggu (23/10) kemarin.

Seharusnya, lanjut Muhtar, ASN Pemkot Mataram ditata dengan baik sesuai latar belakang pendidikan dan keahliannya masing-masing. Sebab, penempatan ASN yang tidak sesuai kompetensinya, diyakini akan berdampak pada kinerja para pegawai yang tidak maksimal. ‘’Karena orang yang ditempatkan di sana tidak sesuai dengan keahliannya, ya secara otomatis tidak akan bisa maksimal kinerjanya,’’ tandasnya.

Kinerja yang tidak maksimal itu, kata politisi Gerindra ini, berdampak pula pada capaian-capaian pembangunan di Mataram. Seperti diketahui, sejumlah program di Mataram tidak mencapai target. ‘’Termasuk kepala dinas juga kalau memang tidak sesuai dengan keahliannya, otomatis kinerjanya kurang maksimal,’’ katanya. Kalau penempatan seorang ASN masih harus menyesuaikan diri dengan posisi di mana ia ditempatkan dan harus belajar dari awal, Muhtar menyebutnya sebagai bentuk penempatan ASN tak sesuai kompetensi.

Muhtar membantah kalau penempatan ASN tak sesuai kompetensi di Mataram sebagai bentuk kecolongan Pemkot Mataram. Hanya saja, keberadaan ASN di Mataram, sambungnya, kurang tertata. ‘’Jadi ASN kita (Mataram) ini jangan hanya kelihatan nganggur saja tidak punya pekerjaan,’’ imbuhnya. ASN yang penempatannya tidak sesuai kompetensi tentu akan menjadi kebingungan ketika akan melaksanakan tugasnya.

Fenomena ini, menurut Muhtar berakibat pula pada terjadinya pemborosan anggaran. Kecuali untuk ASN dengan kualifikasi tertentu seperti tenaga perawat maupun guru. ‘’Kalau mereka ini jaranglah nganggur. Tapi kalau ASN yang kerja di perkantoran, di Sekretariat lihat saja,’’ demikian Muhtar. Dikatakannya, sebetulnya tidak sulit untuk mendata ASN sesuai keahlian mereka.


‘’ASN kita (Mataram, red) berapa sih jumlahnya, sekitar 6.000. tinggal dipilah-pilah saja sesuai latar belakang pendidikannya,’’ sarannya. Muhtar mewanti-wanti penempatan ASN jangan sampai karena ada kepentingan. (fit)

Komentar