Jangan Hanya Promosi

Lalu Suriadi
ANGGOTA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., memandang Mataram -Lombok Great Sale sebagai program yang cukup baik dalam rangka memancing minat wisatawan ke Mataram. "Tetapi, jangan sampai, melupakan bahwa mataram merupakan bagian dari wisata halal. itu harus diutamakan," ujarnya mengingatkan.

Sudah menjadi kebiasaan para pelaku wisata maupun pengusaha hotel untuk memberikan diskon kepada calon pengunjung. Terutama saat low season seperti sekarang ini. Kebijakan menurunkan tarif ini, kata Suriadi, bukan semata-mata untuk mendapatkan profit yang besar. "Syukur-syukur kalau balance," cetusnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (3/3).

Dengan adanya MLGS (Mataram – Lombok Great Sale) ini diharapkan dapat menambah persentase kunjungan. Karena meskipun bukan merupakan destinasi wisata, Mataram harus punya target kunjungan wisatawan. Terkait lama tinggal wisatawan, menurut Suriadi, tergantung dari wisatawan itu sendiri. Tetapi kalau masa tinggal wisatawan berkurang akibat pelayanan yang kurang memuaskan, maka hal itu perlu dilakukan evaluasi bahkan survei.

Suriadi menyarankan kepada Dispar Kota Mataram untuk berbenah dan lebih mempersiapkan sarana dan prasarana. "Sapta pesona jangan dilupakan. itu yang sangat sukses dulunya," imbuhnya. Politisi PAN ini menyarankan supaya promosi pariwisata yang dilakukan melalui kegiatan MLGS diimbangi dengan penataan. "Nanti kalau promo kita jalankan, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, ini tentu menjadi masalah,’’ katanya.

Menurut Suriadi, promo pariwisata jangan hanya mengejar profit sesaat, tetapi profit jangka panjang. "Promo sudah bagus, diskon sampai 70 persen, tapi fasilitas penunjang lain tidak memadai, ya sama saja bohong," ucapnya. Suriadi tidak setuju jika objek-objek wisata di Mataram dikatakan tidak layak jual. dia justru mengajak Dispar Kota Mataram untuk lebih optimis.


kalaupun benar objek wisata di Mataram belum layak jual, Dispar Kota Mataram juga harus berpikir kapan objek wisata itu bisa dijual. "Artinya langsung bekerja. Jangan kalau sekarang belum siap, dia malah diam," katanya. Hal itu harusnya menjadi motivasi bagaimana membuat program yang lebih progresif. (fit)

Komentar