DPRD Kota Mataram Panggil Manajemen Transmart

Mataram (Suara NTB) -
DPRD Kota Mataram, Rabu (23/5) memanggil manajemen Transmart. Pemanggilan itu guna mempertegas komitmen Transmart untuk mengakomodir masyarakat Kota Mataram. Dalam kesempatan itu, manajemen Transmart berjanji memprioritaskan warga Mataram. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Pertemuan itu juga menghadirkan Komisi I dan IV.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi yang dikonfirmasi usai pertemuan mengungkapkan, itu akan menjadi perhatian pihak Transmart. "Ini kan proses awal dan tahap berikutnya akan menjadi perhatian kami (dewan, red), sampai sejauh mana komitmen itu dipenuhi. Oleh karena itu, secara temporer, Dewan akan mengundang manajemen Transmart untuk memastikan, beberapa hal yang telah disampaikan manajemen Transmart, benar dijalankan.

Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta masyarakat punya tanggung jawab bagaimana menjaga aset bersama dan kemajuan Transmart diyakini punya dampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dewan, kata, H. Didi Sumardi, tidak mempersoalkan ketika manajemen Transmart merekrut tenaga kerja yang berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah maupun Lombok Timur. "Itu bunga - bunga dari keseluruhan sumber daya yang dibutuhkan. Saya kira ndak masalah kalau katakan, beberapa dari mana mana dengan kualifikasi tertentu, saya kira wajar," katanya.

Komposisi rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan manajemen Transmart, aku H. Didi Sumardi cukup membahagiakan. "Kami memberikan apresiasi. Inikan tahap awal, tentu ada tahap - tahap berikutnya yang jadi perhatian kita," kata orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini. H.didi Sumardi juga mengingatkan terkait CSR (Coorporate Social Responsibility) atau dana tanggung jawab sosial agar diarahkan pada pemberdayaan masyarakat sekitar.

Politisi Golkar ini berharap, pemberian dana tanggung jawab sosial bersifat produktif. "Tentu bentuk perhatiannya terhadap hal hal yang bermanfaat di masyarakat, yang punya dampak positif di masyarakat. Khususnya masyarakat sekitar," katanya. Dewan, lanjutnya, sudah menyarankan kepada manajemen Transmart bagaimana membentuk semacam forum masyarakat peduli terhadap Transmart di sekitar lingkungan tersebut. Ia mengakui bahwa cukup banyak janji yang disampaikan manajemen Transmart.

"Kami sudah tekankan Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Tenaga Kerja. Supaya ini matching, ada titik temu antara apa yang menjadi harapan Transmart dan kita," terangnya. Ia mengajak semua pihak tidak hanya menuntut manajemen Transmart tetapi juga masyarakat harus mendukung operasional Transmart dalam hal pembinaan terhadap tenaga kerja.

Dewan sudah menekankan kepada manajemen Transmart agar memperhatikan jenjang karir pekerja lokal. Supaya tidak hanya mengisi posisi di jabatan-jabatan rendah saja, tetapi juga di level menengah ke atas. H. Didi Sumardi mengapresiasi komitmen Transmart yang sepenuhnya menggunakan tenaga kerja lokal.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Kepala Toko Transmart Mataram, Ahmad Rohidi berjanji akan memaksimalkan penerimaan tenaga kerja asal Mataram. Demikian juga dengan UMKM lokal. Menjelang operasional Transmart, sejauh ini Transmart sudah merekrut sedikitnya 167 tenaga kerja. Dari jumlah itu, persentase terbesar dari Kecamatan Cakra, yakni 56 persen, Ampenan 11 persen, Mataram 7 persen, Selaparang 3 persen, Lobar 8 persen, Loteng 7 persen dan Lotim 8 persen.


Sementara itu DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Drs. Cokorda Sudira Muliarsa menyampaikan, terkait perizinan Transmart tidak ada masalah. ‘’Sekarang tinggal izin operasionalnya saja,’’ katanya. (fit/*)

Komentar