Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Kota Mataram Rp 11 Juta Lebih per Bulan

Mataram (Suara NTB) –
Meski kerap menjadi sorotan masyarakat, nyatanya tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Mataram, tetap naik. Kenaikan tunjangan perumahan dewan itu, diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., saat menerima kunjungan anggota Dewan dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Senin (22/5).

Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai kenaikan tunjangan perumahan DPRD Kota Mataram, Muhtar, membenarkannya. Disebutkannya, kenaikan tunjangan perumahan DPRD Kota Mataram, dari sebelumnya Rp 9 juta per bulan, tahun ini menjadi Rp 11.500.000 per bulan untuk anggota Dewan. Sedangkan untuk pimpinan berselisih sekitar Rp 200 ribu. Namun demikian, ia membantah bahwa kenaikan tunjangan perumahan ini tidak sesuai dengan harapan anggota Dewan.

‘’Bukan menjadi harapan. Kita tetap mengacu kepada kemampuan daerah. Kemampuan daerah kita seperti itu, ya kita terima saja,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (22/5). Kenaikan tunjangan perumahan DPRD Kota Mataram, katanya, harus disesuaikan dengan DPRD NTB. ‘’Karena provinsi kan tidak terlalu besar juga. Kita tidak boleh melebihi provinsi,’’ demikian Muhtar.

Setiap melakukan penyesuaian tunjanga perumahan DPRD Kota Mataram, tetap harus mengacu kepada nilai tunjangan perumahan DPRD NTB. ‘’DPRD NTB baru Rp 13 juta, kita Rp 11 juta ya Alhamdulillah,’’ katanya. Tetapi, lanjut politisi Gerindra ini, kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, nominalnya jauh lebih rendah. Muhtar menyangkal kalau nominal tunjangan perumahan di DPRD Kota Mataram, paling besar di antara DPRD kabupaten/kota lainnya di NTB.

‘’Tidak juga, saya dengan Lombok Barat justru lebih tinggi dari Kota Mataram,’’ katanya. Bahkan, di salah satu kabupaten di Bali, daerah dengan PAD hanya Rp 200 miliar lebih, anggota Dewannya menerima tunjangan perumahan sekitar Rp 18 juta. ‘’Ini bukan keluhan, tapi ini adanya Kota Mataram,’’ cetusnya. DPRD Kota Mataram tidak ingin ada hal-hal yang jauh berbeda dengan daerah-daerah lainnya, khususnya di NTB.

Yang jelas, aku Muhtar, DPRD Kota Mataram mentaati aturan. ‘’Kalau memang DPRD NTB sekian, kita di bawah mereka. Kan itu aturannya,’’ ungkap Muhtar. Ia mengaku, nominal tunjangan perumahan DPRD Kota Mataram Rp 11 juta lebih per bulan dianggap cukup ideal saat ini. Dia menjelaskan, tunjangan perumahan tidak semata-mata dilihat dari berapa biaya sewa rumah per bulan di Mataram.


‘’Itu juga menyangkut semua fasilitas yang ada di dalamnya,’’ aku Muhtar. Sebagai representasi masyarakat, banyak konstituen yang harus dibantu. Terlebih menjelang bulan Ramadan. ‘’Itu yang sebenarnya kita lihat. Jadi dari mana kita bisa mengcover itu kalau tidak dari penghasilan yang resmi seperti itu,’’ pungkasnya. (fit)

Komentar