Dewan Berang Program BPPKB Dinilai Seremonial


Mataram (Suara NTB) –
Dewan nampaknya berang dengan sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang dinilai tidak cerdas dalam menterjemahkan percepatan pembangunan di Mataram. Salah satunya BPPKB (Badan Pemberdayaan dan Keluarga Berencana). Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., bahkan menilai, semua program BPPKB seremonial belaka.

Berbicara kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis (25/4) kemarin, Nyayu yang juga Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram menyayangkan lemahnya program BPPKB. Selama ini, lanjut dia, BPPKB lebih sering menggelar kegiatan yang bersifat penyuluhan. Padahal, yang dibutuhkan adalah kegiatan pendampingan kepada perempuan dan anak yang bermasalah dengan hukum.

Nyayu mengaku kecewa kepada BPPKB. Bagaimana tidak, setiap kali diundang untuk menjelaskan programnya, SKPD yang dipimpin oleh Lalu Sofyan Arsyad ini hanya mampu menjelaskan program KB (Keluarga Berencana). Padahal, sambung dia, BPPKB itu, tidak melulu mengurusi persoalan KB. Sebab, di BPPKB ada bidang P2TP2A (Pusat Pelayanan TerpaduPemberdayaan Perempuan dan Anak).


Sayangnya P2TP2A terkesan tidak terurus. Ini terbukti dengan minimnya anggaran dialokasikan untuk program P2TP2A ini, yakni hanya Rp 15 juta per tahun. ‘’Bisa apa dengan uang Rp 15 juta setahun,’’ cetus Nyayu geram. Bahkan, sampai saat ini program P2TP2A ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. ‘’Masak sampai sekarang katanya masih sosialisasi saja, lalu kapan bergeraknya,’’ tandas politisi PDI-P ini.

Padahal, sambung Nyayu, ketika membahas anggaran, BPPKB diundang khusus. Dewan justru mempertanyakan apa program BPPKB yang harus dianggarkan. ‘’Tapi dia ndak punya program,’’ sesalnya. Ia mengimbau kepada Walikota untuk menempatkan SDM yang berkualitas di BPPKB, sebab masalah perlindungan perempuan dan anak harus diurus dengan serius.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPPKB Kota Mataram, Lalu Sofyar Arsyad membantah penilaian Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram. ‘’Saya kira tidak benar, semua program sudah kita laksanakan,’’ kilahnya. Mengenai program P2TP2A, ia membenarkan kalau pihaknya hanya menganggarkan Rp 15 juta pada tahun 2013 ini. Namun demikian, ke depan ia berjanji nominalnya akan ditambah. Selain merupakan program baru, khusus untuk P2TP2A, Sofyan mengaku kekurangan SDM. (fit)

Komentar