Disbudpar akan Promosikan Kota Mataram di Johor Baru


Mataram (Suara NTB) –
Impian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram untuk melakukan promosi ke luar negeri, nampaknya akan terwujud. Dengan menggandeng BPPD Kota Mataram, Disbudpar rencananya akan melakukan promosi pariwisata di Johor Baru, Malaysia.

Kepala Disbudpar Kota Mataram, Ida Bagus Jayanta  kepada Suara NTB membenarkan rencana tersebut. Bahkan, persiapan untuk melakukan promosi tersebut sudah mencapai 75 persen. Ia menyebutkan, rencananya promosi akan digelar tanggal 9 – 12 Mei mendatang di Johor Baru Malaysia. Dipilihnya Johor Baru sebagai tujuan promosi perdana ke luar negeri, lanjutnya sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

Antara lain, Johon Baru dinilai sebagai pasar yang potensial. Orang Malaysia, banyak yang datang ke NTB. Apalagi sekarang penerbangan langsung dari Malaysia ke Lombok dan sebaliknya, sudah ada. Selain itu, biayanya juga tidak terlalu banyak. ‘’Kita ingin bagaimana Kota Mataram ini dikenal dulu di luar negeri,’’ cetusnya.

Menurut Jayanta, rombongan yang akan berangkat ke Johor Baru Malaysia, sekitar delapan orang. Sedianya, Disbudpar Kota Mataram ingin memboyong tim kesenian untuk unjuk kebolehan di Johor Baru. Tetapi, karena keterbatasan anggaran, niat itu urung dilaksanakan. Sehingga, pihaknya nanti akan banyak membawa brosur, CD dan media promosi lainnya. Termasuk buku ayo ke Mataram.

Disbudpar Kota Mataram akan segera menggandakan buku ayo ke Mataram dalam versi Bahasa Inggris. Disbudpar Kota Mataram, sambung Jayanta, akan membuka stand promosi di Johor Baru. Adapun yang akan dibawa ke Johor Baru adalah produk UKM (Usaha Kecil Menengah) berupa mutiara. Selama ini mutiara memang menjadi branding  Kota Mataram, khususnya Sekarbela. ‘’Sekaranglah momentnya Mataram go International,’’ ujarnya bangga.

Dari promosi ini, Dinas Budpar Kota Mataram akan mencoba menjalin kerjasama dengan konsulat jenderal yang ada di Johor Baru. Targetnya bagaimana supaya Mataram dikenal di dunia internasional yang berdampak pada program MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions). (fit)

Foto: Ida Bagus Jayanta (Suara NTB/dok)

Komentar