Mataram
(Suara NTB) –
Selasa
(23/4) siang ini, Pansus LKPJ memanggil 15 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)
yang tidak mencapai target pada 2012 lalu. Keputusan memanggil SKPD-SKPD ini,
disepakati Pansus LKPJ saat menggelar rapat Senin (22/4) kemarin.
Usulan
yang kemudian disepakati oleh pansus ini disampaikan oleh perwakilan Fraksi
Demokrat di Pansus LKPJ, Wirawan. Ketua Pansus LKPJ, H. AB. Taufikurahman mengatakan,
pihaknya akan mengundang SKPD yang tidak mencapai taget sepanjang tahun 2012
lalu. Yang akan dipanggil ini adalah SKPD yang realisasinya tidak mencapai 100
persen. ‘’Dari tim ahli sudah kita terima hasilnya. Apakah akan diterima,
diabaikan atau ditambahkan,’’ ujarnya.
Pansus
ingin mengorek penyebab SKPD tersebut tidak mampu mencapai target. Pasalnya,
lanjut Taufikurahman, semua SKPD diberikan anggaran, namun justru tidak bisa
dihabiskan sehingga muncul Silpa. ‘’Walikota oke berkomitmen tapi SKPD
dibawahnya bagaimana?,’’ tanyanya. Wakil Ketua Pansus LKPJ, Nyayu Ernawati
menambahkan, terlalu banyak anggaran yang dialokasikan untuk Silpa, mencapai Rp
103 miliar.
Padahal,
lanjut dia, setiap tahun SKPD-SKPD lingkup Kota Mataram mempunyai program yang
sangat banyak. Sayangnya, program yang banyak itu justru tidak bisa
diselesaikan. Adapun tujuan memanggil SKPD yang tidak mampu mencapai target
adalah untuk penegasan. Dalam LKPJ Walikota Mataram tercatat ada 26 SKPD urusan
wajib. Kendati demikian, Pansus akan mengidentifikasi SKPD yang capaiannya di
bawah 100 persen.
‘’Nanti
alasan ini akan dikaji, logis atau tidak,’’ imbuh H. Zahiran Yahya, anggota
Pansus LKPJ. Ini nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan Walikota untuk
melakukan mutasi. Pada bagian lain, politisi Partai Golkar ini meminta Walikota
untuk mengganti Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, Ruslan Effendi. ‘’Saudara
Ruslan Effendi itu bukan pada tempatnya menjadi Kepala Dinas Dikpora,’’
tandasnya. (fit)
Komentar