Pemkot Mataram Diminta Dukung Pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah


Mataram (Suara NTB) –
Mantan Ketua Pansus Diniyah Ta’miliyah DPRD Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman menekankan kepada Pemkot Mataram untuk mendukung pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah (lembaga pendidikan Islam) di masyarakat. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah kepastian pos anggaran untuk program Diniyah Ta’miliyah.

Ditemui Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (20/4) Mujiburrahman mengingatkan, jangan sampai ada kebingungan dalam penganggaran Diniyah Ta’miliyah. Sebab, menurut dia pada rapat terakhir sebelum perda inisiatif itu fiketok, Kabag Keuangan Setda Kota Mataram ikut hadir dan sudah menjelaskan teknis-teknis penganggarannya. ‘’Kalau sekarang ada kebingungan, harus segera disampaikan kepada Dewan,’’ cetusnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, bahwa setiap Perda yang sudah diketok bersama antara legislatif dengan eksekutif harus dijaga wibawanya. Sebab, semua ansur sudah dibahas bersama termasuk, penganggaran. ‘’Itu yang paling sering dibicarakan. Disitu kan yang berperan untuk back up pelaksanaan  Diniyah Ta’miliyah ini adalah Pemda, Kemenag, pelaksana dan masyarakat. Jadi ada porsi-porsinya,’’ terang Mujiburrahman.

Kemenang, sambung dia, sudah menyanggupi penganggaran Diniyah Ta’miliyah melalui bantuan-bantuan yang bersifat insidentil. Bantuan yang lebih sebenarnya diharapkan datang dari Pemkot Mataram. Sebab, pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah sangat seiring dan sejalan dengan visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya. ‘’Mau pakai hibah atau Bansos selama tidak menyalahi aturan silahkan ditentukan saja. Jangan didiamkan jalan sendiri,’’ ujarnya.

Sebetulnya, pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah di Mataram sudah bertahun-tahun berjalan sendiri tanpa memdapatkan back up dana yang sepatutnya. Sehingga keberadaan Diniyah Ta’miliyah di Mataram ini, ada yang jalan dengan terseok-seok, ada pula yang hidup segan mati tak mau. ‘’Kita ndak mau itu. Biar dia berjalan secara permanen,’’ imbuhnya. Lagipula pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah sudah banyak yang tumbuh. Tinggal bagaimana sekarang Pemkot Mataram tampil memback upnya.

Disamping Diniyah Ta’miliyah yang sudah tumbuh, nantinya tentu akan ada yang termotivasi untuk membentuk Diniyah Ta’miliyah. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram ini meminta kepada Pemkot Mataram supaya pelaksanaan Diniyah Ta’miliyah jangan dilepaskan begitu saja seperti yang sebelum-sebelumnya. Ia memandang Diniyah Ta’miliyah ini sangat penting, apalagi filosofi munculnya gagasan membentuk Diniyah Ta’miliyah karena pendidikan agama yang ada di sekolah-sekolah dirasa tidak cukup, hanya 2 jam. Semua unsurpun, katanya, mengakui itu.

Sehingga pendidikan agama perlu ditambah melalui Diniyah Ta’miliyah. Kelompok pengajian di rumah-rumah juga bisa disebut Diniyah Ta’miliyah. ‘’Tinggal melapor ke bagian pembinaan atau pengawasan di Kemenag setempat. Harus terdaftar dulu di Kemenag dan menyebut itu sebagai Diniyah Ta’miliyah barulah bisa dibantu ari segi anggaran,’’ tandasnya. Namun demikian, pihaknya tidak berharap bisa dieksekusi semua di tahun 2013. ‘’Mungkin karena baru diketok sehingga penganggaranya belum masuk di APBD Kota Mataram. Mungkin nanti di APBD P atau di 2014. Kan harus masuk dulu baru bisa dianggarkan. Kalau sekarang belum masuk kita maklumi karena belum dianggarkan,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Kabag Keuangan Setda Kota Mataram, Yance Hendra Dirra mengatakan bahwa belum disusun perwal yang mengatur soal penganggaran Diniyah Ta’miliyah. Ia menegaskan, kelompok pengajian yang tidak memiliki lembaga resmi tidak akan bisa dibantu. Proposal Diniyah Ta’miliyah yang masuk nantinya kemungkinan akan dibantu melalui dana Bansos. (fit)

Komentar