Pertumbuhan Ekonomi Belum Dinikmati Semua Lapisan Masyarakat

Mataram (Suara NTB) –
Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram yang mencapai 10,52 persen pada tahun 2012, rupanya masih menjadi milik lapisan masyarakat tertentu saja. Masyarakat lapisan bawah nyatanya belum bisa ikut merasakan meroketnya pertumbuhan ekonomi di Mataram. Salah satu indikatornya, masih banyak masyarakat yang mendambakan bantuan finansial dari pemerintah seperti raskin.
 
Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Abdul Malik Thalib kepada Suara NTB, Jumat (26/4) kemarin mengatakan, pertumbuhan ekonomi 10,52 persen, seharusnya diimbangi dengan realisasi pendistribusian. Menurut dia, peningkatan dari sisi ekonomi memang penting, tetapi kalau pendistribusian ke masyarakat belum maksimal, hal itu tidak akan berarti apa-apa. Hal inilah, lanjut dia, yang mestinya diperhatikan oleh Pemkot Mataram. Artinya, supaya peningkatan pertumbuhan ekonomi itu benar-benar memberikan dampak positif kepada masyarakat. Tidak hanya sekadar laporan tetapi tidak ada hasil yang didapatkan oleh masyarakat.
 
Meskipun pertumbuhan ekonomi, misalnya tidak bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tetapi setidaknya bisa merata dalam skup yang memang benar-benar membutuhkan bantuan. ‘’Jangan hanya pada titik-titik tertentu saja yang mendapatkan santunan dari Pemkot Mataram. Namun di sisi lain yang notabene sangat membutuhkan, justru tidak kebagian,’’ terangnya.
 
Dewan, kata dia, perlu mengingatkan kepada Pemkot Mataram bahwa pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi di Mataram belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh masyarakat. ‘’Ada memang saya lihat di kelurahan-kelurahan yang memberikan data yang sebenarnya tidak sesuai dengan yang dilaporkan,’’ ujarnya.
 
Ia mengimbau kepada Pemkot Mataram untuk tidak terlalu memaksakan diri mencatatkan data-data yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi di Mataram sementara kondisi yang senyatanya di lapangan, belum menunjukan pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
 
Saat ini, lanjut dia, banyak masyarakat yang mengeluhkan bantuan-bantuan Pemkot Mataram masih ada yang tidak tepat sasaran. Pendataan dan pendistribusian harus seimbang. Karena memang pendistribusian yang sering tidak merata. Sehingga masyarakat yang seharusnya diintervensi kesejahteraannya akhirnya gigit jari. Sehingga persentase pertumbuhan ekonomi itu terkesan dibuat-buat.
 
Masyarakat, kata dia, mendambakan pendistribusian yang merata, yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Untuk itu, Pemkot Mataram perlu melakukan pendataan ulang supaya data-data yang disampaikan adalah data yang riil, bukan data yang dibuat-buat. Ia mengimbau supaya jangan dipaksanakan ada peningkatan tapi justru masih banyak masyarakat yang belum sejahtera. ‘’Jangan dibuat-buatlah supaya hanya pihak-pihak tertentu saja yang senang,’’ tandasnya. (fit)

Komentar