Mataram
(Suara NTB) -
Pansus
LKPJ menyayangkan adanya proyek luncuran di tahun 2012 lalu. Proyek yang gagal
dilaksanakan tahun 2012 menjadi salah satu penyebab munculnya Silpa. Demikian
dikatakan Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos.,
menjawab Suara NTB di DPRD Kota
Mataram, Rabu (24/4) kemarin.
Ia
juga menyesalkan Silpa yang nominalnya justru meningkat dibandingkan tahun
lalu. ''Tahun 2011 itu Silpanya 91,5 miliar, tahun 2012 malah naik jadi 103,86
miliar,'' terangnya. Berdasarkan keterangan Kabag Keuangan Setda Kota Mataram,
Yance Hendra Dirra dalam rapat kerja dengan Pansus LKPJ pada hari sebelumnya,
lanjut Nyayu, terungkap bahwa penyumbang Silpa terbesar adalah proyek luncuran
penambahan bangunan untuk bangsal klas III RSUD Kota Mataram (RSM) sebesar Rp
10 miliar. Proyek ini tidak mampu dieksekusi oleh eksekutif, sehingga
diluncurkan kembali pada tahun anggaran 2013 ini.
Selain
proyek bangunan klas III RSUD Kota Mataram, proyek lain yang bernasib sama
yakni proyek Pendopo Walikota Mataram. Proyek ini menyisakan anggaran Rp 2,9
miliar yang mana, ada bagian dari proyek itu yang belum selesai dikerjakan.
Selanjutnya, proyek pengadaan tanah di Jalan Bung Hatta yang telah dianggarkan
Rp 7 miliar pada tahun 2012 lalu.
Khusus
untuk bidang pendidikan, Silpa juga terjadi lantaran proyek di SMPN 6 Mataram
yang dananya bersumber dari bantuan pemerintah pusat Rp 2,6 miliar terpaksa
kembali ke kas daerah. Dinas Dikpora Kota Mataram, demikian Nyayu beralasan,
tertundanya proyek ini lantaran terlambatnya kepastian bantuan tersebut.
DAK
buku senilai Rp 995 juta juga gagal ditender pada tahun 2012 lalu. Alasannya,
selain sudah akhir tahun, juknis mengenai DAK buku juga diklaim terlambat. Demikian
pula halnya dengan dana siswa berprestasi yang diberikan Dewan sebesar Rp 1
miliar, tahun lalu hanya dipergunakan seperempatnya atau Rp 252 juta. Melihat
sebaran silpa ini, kata Nyayu, Dewan sangat menyesalkan terjadinya hal ini.
‘’Ini indikasi program tidak jalan,’’ cetusnya.
Politisi
PDI-P ini memastikan kalau tingginya Silpa ini bakal menjadi catatan Pansus
kepada kepala daerah. (fit)
| Nyayu Ernawat |
Komentar