BP4K Petakan Potensi Masing-masing Kecamatan


Mataram (Suara NTB) –
BP4K (Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kelautan) Kota Mataram memetakan potensi enam kecamatan yang ada di Kota Mataram. Hal ini untuk mempertegas keunggulan masing-masing kecamatan dalam bidang pertanian dan perikanan. Demikian disampaikan Kepala BP4K Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu (1/5) kemarin.

Berdasarkan hasil pemetaan pihaknya, potensi penghasil sayuran ada di Kecamatan Selaparang. Potensi Perikanan di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela. Pengolahan Hasil pertanian dan perikanan ada di Kecamatan Cakranegara. ‘’Selebihnya potensi pangan,’’ sebut Mutawalli. Khusus untuk pengembangan potensi perikanan, lanjut dia, masih terkendala pada ketersediaan pakan dan bibit.

Selama ini, baik pakan maupun bibit masih dibeli dari kabupaten tetangga, yakni Lombok Barat. Kendala ini diperparah dengan harga pakan ikan yang terbilang masih mahal. Untuk pakan lele misalnya, Mutawalli menyebutkan harganya mencapai Rp 12 ribu per kilo. Para kelompok budidaya lele tentu harus berhing. Pasalnya, untuk bisa panen, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan. Sementara untuk satu kilo pakan tidak bisa bertahan lama.

Untuk menyiasati mahalnya harga pakan itu, pihaknyamemberi alternatif, menggunakan sisa sayuran yang sudah tidak termanfaatkan. Untuk pertanian, mengingat makin sempitnya lahan pertanian di Kota Mataram, pertanian di kota ini diarahkan pada pola pertanian hortikultura dengan media tanah pekarangan rumah. Pertanian hortikultura yang paling bisa diandalkan, kata dia, adalah sayur-sayuran. Selain waktu panen yang terbilang singkat, perawatannya tidak sesulit tanaman lainnya.

Namun begitu, hasil produksi sayuran di Mataram belum ada yang bisa dijual ke daerah lain, kecuali kangkung Mataram yang memang sudah punya nama. ‘’Kalau sayur-sayuran lainnya ini, kan masing-masing daerah sudah punya,’’ tandasnya. (fit)

Komentar