Pemkot Teken Kerjasama


Sungai Jangkuk akan Dijadikan Percontohan Kali Bersih


Mataram (Suara NTB) -
Kondisi salah satu sungai besar di Kota Mataram, yakni Sungai Jangkuk, sudah jauh berbeda dari kondisi awalnya. Kenyataan ini, tidak dibantah oleh Pemkot Mataram sehingga muncul gagasan untuk merestorasi Sungai Jangkuk.

Namun demikian, restorasi Sungai Jangkuk ini, menurut Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, bukan hanya urusan Pemkot Mataram. Restorasi Sungai jangkuk membutuhkan intervensi yang dilakukan bersama antarsemua pihak yang terkait. Sehingga untuk mewujudkannya, dirumuskan sebuah pilot project yang akan dikerjakan dengan aksi bersama. Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara bertugas melakukan pengerukan dasar sungai, juga para Lurah sepanjang aliran sungai yang diwajibkan untuk mempersiapkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Selain itu, BWS Nusa Tenggara dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) NTB juga berencana menjadikan Sungai Jangkuk sebagai percontohan kali bersih. Rencana ini akan diwujudkan di antaranya dengan penanaman vegetasi di sepanjang lokasi, juga pelibatan semua pihak pemerhati sungai

Gagasan ini dikukuhkan dalam sebuah Kesepakatan bersama antara seluruh stakeholders terkait diantaranya Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB, Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, dan para Lurah di sepanjang aliran Sungai Jangkuk. Penandatangan ini menitikberatkan pada penanganan bersama Sungai Jangkuk.

Nota kesepakatan ini mengetahui Walikota Mataram dan DPRD Kota Mataram. Dalam diskusi di salah satu hotel berbintang di Mataram, Ahyar mengatakan,  prioritas Kota Mataram untuk peningkatan kualitas infrastruktur yang harus segera diselesaikan, termasuk di dalamnya Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pada kesempatan itu, Walikota berjanji akan merestorasi sepanjang pinggir sungai yang berhilir di Kota Mataram ini dengan sebuah intervensi yang dilakukan secara nyata. Dengan membangun jalan sepanjang masing-masing satu kilometer di kedua sisi sungai, agar daerah sempadan sungai dapat lebih bersih tertata. “Saya berjanji, kalau jalan di pinggir sungai ini sudah jadi, restorasi akan terwujud,’’ tegasnya. (fit)

Komentar