Pertamanan Akui Pemeliharaan PJU Belum Maksimal


Mataram (Suara NTB) –
Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum, MM., mengakui pihaknya memang belum maksimal dalam melakukan pemeliharaan PJU. Belum optimalnya Pertamanan melakukan pemeliharaan PU, menyusul keterbatasan anggaran.

‘’Itulah lampu. Lampu di rumah saja kadang-kadang bisa mati. Tidak ada lampu yang permanen seumur hidup. Namanya barang elektronik banyak faktor yang mempengaruhinya,’’ terang Makbul menjawab Suara NTB di Kantor Walikota Mataram, Kamis (16/5) kemarin. Meski terbentur pada persoalan anggaran, namun hal itu bukanlah alasan. Dinas Pertamanan sudah berupaya memelihara 5.335 titik PJU dengan personel yang ada. Makbul menyebutkan, rata-rata anggaran pemeliharaan PJU per tahun, sekitar Rp 3 miliar.


Petugas dari Dinas Pertamanan setiap hari melakukan pemantauan. ‘’Kadang-kadang mereka lembur sampai pagi. Jadi kalau malam mereka mendata, memberi tanda. Setiap pagi mereka memberi laporan,’’ ujar mantan Inspektur pada Inspektorat Kota Mataram ini. Memang, sambungnya, masalah anggaran, sangat relatif. Akan tetapi, dengan segala keterbatasan, Dinas Pertamanan tetap bekerja maksimal.

‘’Tapi yang penting kami sudah berusaha untuk memelihara PJU. Dalam hal belum maksimal dan optimal mungkin iya tapi kami terus berupaya dengan kemauan kuat,’’ imbuhnya. Bahkan, ada beberapa terobosan yang telah dilakukan Dinas Pertamanan. Antara lain mengganti lampu konvensional dengan lampu LED. Dipilihnya lampu LED menggantikan lampu-lapu konvensional karena lampu LED usianya relatif lebih panjang meskipun harganya lebih mahal. Penggantian lampu konvensional ke lampu LED, demikian Makbul,  akan terus dilakukan secara bertahap.

Menyiasati keterbatasan anggaran pemeliharaan, maka Dinas Pertamanan bekerja berdasarkan prioritas. Makbul menegaskan, semua PJU yang ada di Mataram, tetap terpantau. ‘’Kami punya data. Dari 5.335 titik, semua dipantau. Yang matipun bukan kami tidak tahu,’’ pungkasnya. Namun karena keterbatasan anggaran, maka penggantian lampu pun dilakukan berdasarkan prioritas. Ia menyebutkan, padamnya lampu PJU, bukan semata-mata karena faktor bola lampu yang mati, tapi juga karena faktor lain. Misalnya ada tiang PJU yang roboh.

Dikatakan Makbul, Dinas Pertamanan masih membutuhkan banyak anggaran untuk membeli lampu LED sebagaimana yang digariskan Walikota Mataram. Karenanya pihaknya berharap kebagian anggaran untuk pengadaan lampu LED dari pinjaman daerah. ‘’Tapi kalau tidak bisa, kan masih banyak sumber yang lain,’’ tandasnya. (fit)

Komentar