GELOMBANG
pasang yang ‘’memaksa’’ ribuan kepala keluarga di tujuh kelurahan di Kecamatan
Ampenan mengungsi ke tempat yang aman, sepertinya sudah menjadi bencana berkala
yang menghantui warga setempat. Tidak hanya kali ini saja, peristiwa serupa
juga pernah terjadi sebelumnya. Bahkan dapat dikatakan, bencana seperti
gelombang pasang ini rutin terjadi setiap tahun.
Walikota
Mataram, H. Ahyar Abduh mengklaim gelombang pasang itu murni bencana alam yang
tidak bisa diantisipasi. Sehingga, ia pun membantah jika ada pihak-pihak yang
menyebut bahwa alat pemecah gelombang yang dipasang di sekitar pesisir pantai
di Wilayah Ampenan mubazir alias tidak berfungsi. Meski Pemkot Mataram dalam
beberapa tahun terakhir telah mengambil kebijakan untuk merelokasi warga yang mendiami
sempadan pantai, gelombang pasang setinggi sekitar lima meter Sabtu lalu, tetap
membuat warga sekitar, kelimpungan.
Padahal,
radius terjadinya gelombang pasang tersebut, sekitar 200 meter dari pemukiman
warga, tapi toh, tidak dapat dicegah. Warga yang rumahnya terendam banjir rob
itu hanya bisa pasrah. Dalam penanganan warga pengungsi akibat gelombang
pasang, Pemkot Mataram memang terbilang cukup cepat. Tidak saja melakukan
evakuasi warga, tetapi juga menjamin mereka tinggal sementara di tempat yang
aman.
Sejumlah
tenda-tenda untuk menampung para pengungsi sudah berdiri sejak Sabtu lalu.
Demikian pula, bantuan langsung mengalir. Baik berupa selimut, maupun bahan
makanan. Bahkan dapur umum juga langsung dibangun untuk menjamin bahwa para
pengungsi tetap mendapat asupan makanan yang layak. Senin (27/5) kemarin, para
pengungsi berangsur-angsur meninggalkan tenda pengungsian. Dengan membawa serta
barang-barang yang ikut dievakuasi saat terjadinya gelombang pasang, warga
memilih pulang ke rumahnya masing-masing.
Kini,
pekerjaan yang telah menanti warga pengungsi yang memilih kembali ke rumahnya
itu adalah, merehabilitasi kondisi rumah mereka masing-masing. Sebab, sudah
pasti, kejadian itu meninggalkan lumpur bahkan juga sampah. Dengan kembalinya
para pengungsi ke rumahnya masing-masing, bukan berarti tugas pemerintah
berhenti sampai di sana. Justru pascagelombang pasang itu juga perlu
diwaspadai.
Komentar