Mataram (Suara NTB) -
Langkah Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh
memberi kesempatan kepada investor lain untuk mengembangkan eks Pelabuhan
Ampenan dinilai kurang pas. Sementara nasib investor sebelumnya yakni PT.
Gunung Lawoe Mercu Buana (GLMB) belum ada kejelasan. Demikian penilaian anggota
Komisi II DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi.
Yeyen Seprian Rachmat |
Kepada Suara
NTB di Mataram, Senin (13/5) kemarin, mengatakan, mengenai investasi GLMB,
Pemkot Mataram harus bertanggung jawab. Bukan saja karena aroma kegagalan
investasi pengembangan eks Pelabuhan Ampenan, tetapi juga, karena dari awal
Pemkot terkesan jalan sendiri. Termasuk ketika konsep pengembangan eks
Pelabuhan Ampenan ditawarkan kepada GLMB.
Menurut Yeyen, bentuk tanggungjawab yang
diharapkan dari Pemkot Mataram terkait pengembangan eks Pelabuhan Ampenan,
yakni Pemkot Mataram menjelaskan kepada masyarakat bagaimana kejelasan
kerjasama dengan GLMB. ‘’Kalau memang wanprestasi, jelaskan kenapa bisa
demikian, apa kendala-kendalanya,’’ ujar Ketua Fraksi Partai hanura DPRD Kota
Mataram ini.
Yang jelas, sambung Yeyen, persoalan dengan
GLMB harus clear terlebih dahulu
sebelum menawarkan pengembangan eks Pelabuhan Ampenan apapun bentuknya kepada
investor lain. Lebih jauh dikatakan Yeyen, seperti halnya kerjasama dengan
GLMB, mestinya terkait kerjasama daerah harus melibatkan Dewan selaku mitra
eksekutif. Namun nyatanya, terkait kerjasama dengan GLMB, Dewan, akunya, belum
pernah diajak duduk bersama. ‘’Bahkan waktu peletakan batu pertama saja, kita tidak
diundang,’’ ucapnya.
Dalam hal kerjasama daerah, Walikota memang
diberikan kewenangan menawarkan kepada pihak ketiga. Namun demikian, komunikasi
dengan Dewan harus tetap terjalin. Walikota harus mengajukan usulan tertulis
terkait kerjasama daerah. ‘’Apa keuntungannya untuk masyarakat Kota Mataram,
ini juga harus jelas. Sehingga, ditemui kendala di tengah jalan seperti yang
berlangsung saat ini, bisa ditanggung bersama antara eksekutif dan legislatif. Sehingga
tidak muncul masalah kedepan.
Menurut Yeyen, kalaupun nanti akhirnya GLMB
memang gagal, maka kegagalan investasi tersebut harus dievaluasi. Setelah itu
barulah Pemkot dan Dewan duduk bersama untuk membahas masa depan pengembangan
eks Pelabuhan Ampenan. ‘’Ganti investor bukan solusi. Jadi, Pemkot tidak harus
buru-buru ganti investor,’’ tandasnya. (fit)
Komentar