Tiga Kali Ganti Investor Pengelolaan PIH Kota Mataram Mandek


Mataram (Suara NTB) -
Sejak diserahkan pengelolaannya oleh Pemprov NTB sekitar tahun 2010 lalu, PIH (Pasar Ikan Higienis)
Lalu Alwan Basri
Kota Mataram belum juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Bahkan kini pengelolaan PIH yang berlokasi di komplek Pasar Kebon Roek, mandek total. Padahal, PIH tersebut sudah tiga kali ganti investor.


Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan pada Dinas PKP (Pertanian Kelautan dan Perikanan) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.IP., yang ditemui Suara NTB di ruang kerjanya Jumat (3/5) kemarin, tidak menampik hal tersebut. Ia juga membenarkan dari tiga investor yang pernah mengelola PIH, tidak ada yang bertahan lama. ''Paling lama Jafana, sekitar delapan bulan,'' akunya. Sedangkan dua investor sebelum Jafana, masing-masing Aspahal dan Aspindo, hanya beberapa bulan saja.

Padahal, sejumlah kemudahan telah diberikan pihaknya supaya investor langgeng mengelola PIH. Kemudahan itu antara lain akses listrik dan peralatan yang telah tersedia. Tapi toh, mereka tidak juga betah mengelola PIH. Rupanya ketidakbetahan investor mengelola PIH lantaran desain bangunan PIH yang dianggap kurang nyaman. ''Kan losnya itu pakai sekat-sekat. Nah ini yang mereka tidak suka,'' terangnya.

Memang, lanjut Alwan, bangunan PIH tersebut harus direvitalisasi sehingga mampu memberikan keleluasaan dan kenyamanan bagi pihak pengelola. Namun demikian pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, untuk mengubah konstruksi bangunan, gedung PIH harus dihibahkan dulu ke Pemkot Mataram. Sedangkan sampai saat ini Pemkot Mataram hanya diberikan kewenangan berupa hak pengelolaan. ''Kalau lahannya milik Pemkot, bangunannya milik pemerintah pusat,'' cetusnya.

Kalau nantinya pemerintah pusat telah menghibahkan bangunan PIH, bukan tidak mungkin Dinas PKP akan menganggarkan untuk revitalisasi PIH. Selain soal konstruksi bangunan, keberadaan PIH di lingkungan Pasar Kebon Roek juga dipersoalkan sebab dari pagi hingga sore hari selalu penuh pedagang di sekitar PIH. ''Tapi kalo soal yang ini kan sebenarnya bisa dikomunikasikan dengan Kepala Pasar dan dinas terkait,'' pungkasnya.

Dikatakan Alwan PIH Kota Mataram sebetulnya banyak diminati investor. Malah, pascahengkangnya Jafana dari PIH, ada investor lain yang berminat mengelolanya. Namun lagi-lagi mereka tidak cocok dengan konstruksi PIH, sehingga sampai saat ini, tidak ada aktivitas apapun di PIH. (fit)

Komentar