Mataram
(Suara NTB) -
PIH
(Pasar Ikan Higienis) Kota Mataram kini terkesan menjadi barang antik.
Bagaimana tidak, bangunan PIH yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang
diserahkan pengeloaannya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB kepada
Kota Mataram, akhirnya mangkrak.
Kepala
Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Ir. Lalu Mazhuriadi kepada
Suara NTB, Selasa (18/6) kemarin,
tidak menampik kondisi tersebut. Sudah beberapa kali pihaknya mencoba mengelola
PIH dengan kondisi bangunan yang masih orisinil tersebut, namun hasilnya masih
nihil. ''Pernah juga kita tawarkan kepada pedagang ikan tapi mereka yang masuk,
malah keberatan dan protes,'' terangnya.
Protes
tersebut lantaran pembeli masih mempunyai alternatif membeli ikan di tempat
lain yakni Pasar Kebon Roek. Tidak hanya itu, PIH juga pernah dikelola oleh
penjual ikan grosiran tapi tetap menemui kendala. ''Kalau ikannya ndak habis, mereka jual juga eceran,
akhirnya pedagang yang mengambil ikan dari mereka protes juga,'' pungkasnya.
Untuk
menghidupkan kembali PIH, menurut Mazhuriadi, pihaknya tengah menunggu
persetujuan pemerintah pusat untuk menghibahkan PIH kepada Dinas PIP Kota
Mataram. Sebab, selama PIH belum menjadi milik Pemkot Mataram maka pihaknya
tidak bisa berbuat banyak terhadap kondisi PIH saat ini. Dinas PKP, kata dia,
sudah mengusulkan hal itu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB. Posisi
usulan tersebut sudah berada di Menkeu.
Jika
PIH sudah menjadi milik Pemkot Mataram, pihaknya, sambung Mazhuriadi, telah
menyiapkan sejumlah rencana untuk membesarkan PIH. Rencananya, Dinas PKP akan
mengajak seluruh pedagang ikan yang berada di Pasar Kebon Roek untuk berjualan
di PIH yang jumlahnya diperkirakan sekitar 300 orang.
Dari
komunikasi Dinas PKP dengan pedagang ikan di Pasar Kebon Roek, mereka mau
berjualan di PIH, kalau PIH dimodifikasi, tidak lagi bersekat-sekat. Selain
itu, keinginan dari para pedagang, katanya, mereka mau berjualan di PIH,
asalkan tidak ada lagi pedagang ikan yang berjualan di Pasar Kebon Roek.
Karenanya, ia mendorong Pemprov NTB memfasilitasi penyerahan PIH kepada Kota
Mataram supaya revitalisasi PIH bisa dilakukan segera. (fit)
Komentar