PDI-P Gelar Doa Bersama untuk Taufik Kiemas

Mataram (Suara NTB) –
Mengenang mendiang Ketua MPR RI, HM. Taufik Kiemas, Kamis (13/6) malam, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Mataram menggelar doa bersama. Dihadiri puluhan kader dan Caleg PDI-P Se-Kota Mataram, doa bersama, berlangsung khusyuk.

DOA BERSAMA - Doa bersama untuk almarhum HM. Taufik Kiemas di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Mataram Kamis (13/6) malam, berlangsung khusyuk. Doa bersama ini dihadiri kader dan seluruh caleg PDI Perjuangan Kota Mataram. (Suara NTB/fit)


Acara doa bersama dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai Yuli Winarno. Lantunan surat Yassin berkumandang di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Mataram Jalan Banteng, Mataram. Pembacaan surat Yassin dilanjutkan dengan pembacaan surat pendek yang tidak hanya ditujukan untuk mendiang Taufik Kiemas tapi juga untuk mendiang Bung Karno dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarno Putri.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, I Wayan Sugiartha dalam sambutannya usai doa bersama, mengatakan doa bersama tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan untuk mendoakan almarhum Taufik Kiemas. Menurut dia, sosok Ketua MPR RI, Taufik Kiemas merupakan salah seorang putra terbaik partai, bahkan putra terbaik bangsa. Wayan berharap, doa bersama yang digagas PDI Perjuangan Kota Mataram menghantarkan almarhum Taufik Kiemas mendapat tempat yang sebaik-baiknya.

‘’Yang kehilangan bukan hanya PDI tapi juga Bangsa Indonesia,’’ cetusnya. Sebab, kecintaan Taufik Kiemas terhadap negeri ini sudah ia buktikan dengan munculnya empat pilar kebangsaan. Sebagai kader, wajib membumikan empat pilar kebangsaan. ‘’Walaupun beliau sudah tidak ada tapi ajarannya harus diterapkan,’’ ajak Wayan.

Menangkan PDI Perjuangan
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, I Wayan Suharta Putra dalam kesempatan itu memberi arahan, bahwa walaupun 40 caleg yang diajukan PDI sudah ditetap sebagai DCS namun bukan berarti posisi telah aman. Justru rentang waktu 13-17 Juni ada penilaian dari masyarakat. ‘’KPU akan menerima info mengenai caleg dari semua partai. Walaupun sudah diumumkan, jangan mengira diri sudah lolos dari lubang jarum,’’ ucapnya.

Karenanya, ia mengajak semua kader untuk menjaga wibawa partai. Sejauh ini, kata dia, untuk lima dapil yang ada, PDI sudah dalam posisi aman. Tinggal bagaimana semua kader berbuat di masyarakat. Ia tidak ingin ada laporan yang kurang baik masuk ke KPU yang bisa membatalkan pencalegan. DPC PDI Perjuangan Kota Mataram harus menjadi contoh bagi DCP PDI yang lainnya. Pertarungan yang sesungguhnya sudah di depan mata. Wayan Suharta Putra menyerukan supaya para caleg membuat strategi di lapangan setelah mengetahui kondisi caleg dari parpol lain. Dalam hal ini tentu partisipasi ranting dibutuhkan untuk memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu legislatif maupun Pilpres. (fit/*)

Komentar