Mataram
(Suara NTB) -
Tiga
anggota DPRD Kota Mataram yang nyaleg kembali melalui partai lain, namun masih
juga menikmati gaji lantaran belum juga mau mundur dari jabatannya sebagai
anggota Dewan, mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan Pemerhati
masalah politik, Drs. Abdurrahman, MM., kepada Suara NTB, Minggu (2/6) kemarin menilai, apa yang dilakukan anggota
Dewan yang nyaleg kembali melalui partai lain tetapi enggan melepaskan
jabatannya sebagai anggota Dewan, jelas tidak benar.
''Etika
politiknya, harus mundur dulu dari parpol yang dulu mengusung dia. Saya rasa
Dewan yang seperti itu tidak perlu dipilih lagi,'' tegasnya. Keengganan oknum
Dewan tersebut meninggalkan jabatannya selaku anggota Dewan, salah satunya
karena takut kehilangan pendapatan. Apalagi saat ini, lanjut dia, para caleg,
termasuk, terlebih caleg incumbent yang lompat partai, membutuhkan uang banyak
uang untuk mensosialisasikan pencalonannya, dengan harapan terpilih kembali
2014 mendatang.
Abdurrahman
menangkap ada permainan yang sedang dilakoni caleg incumbent yang maju lewat
partai lain, bagaimana supaya negara tetap membayar gaji mereka. ''Ini
merupakan kesempatan bagi caleg incumbent untuk melakukan money politics,''
imbuhnya. Menurut dia, BK (Badan Kehormatan) DPRD Kota Mataram harus segera
menyikapi persoalan ini. Sebab, hal ini berpotensi menurunkan kewibawaan
lembaga DPRD Kota Mataram. ''Anggota Dewan yang selama ini sudah ''rusak''
harus diperbaiki,'' tandasnya.
Disisi
lain, Abdurrahman mengimbau, kalau memang BK sudah mengetahui hal ini,
seyogiyanya tidak dibiarkan. Ia meyakini, ulah-ulah oknum anggota Dewan yang
tidak punya etika politik, akan sangat berpotensi menambah daftar panjang
golput nantinya. Ia berpendapat, Dewan terkesan tidak lagi menjadi alat
perjuangan anggota Dewan, tetapi mulai bergeser menjadi tempat mencari
pekerjaan baru.
Suka
tidak suka, sekarang ini, tingkat keyakinan masyarakat terhadap Dewan, begitu
rendah. ''Jadi, Dewan janganlah membuat ulah-ulah baru. Karena tidak mundur dan
yang sudah mundur tidak diPAW, ini juga persoalan,'' tandasnya. Terhadap oknum
anggota Dewan yang nyaleg dari partai lain tetapi sudah mengajukan pengunduran
diri, ujarnya, baik DPC maupun pimpinan Dewan harus mempunyai komitmen yang
nyata. (fit)
Komentar